(Taiwan-ROC) -- Daratan Tiongkok mengumumkan akan menaikkan produk impor dari Amerika Serikat, perang dagang antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok kembali memanas, saham Amerika Serikat turun drastis. Komite Finansial Dana Stabilitas Keuangan Nasional (National Financial Stability Fund Management Committee) menyampaikan, meskipun bursa saham Taiwan pada pagi hari Selasa (14/5) melemah, tetapi sebaliknya bursa saham Eropa dan Amerika stabil, untuk itu masih akan dengan seksama memonitor perubahan pasar saham.
Sebagai antisipasi kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang sejak tanggal 10 Mei kemarin menaikkan tariff pajak untuk impor produk barang Daratan Tiongkok seharga USD200 milyar yang tadinya 10% menjadi 25%, Daratan Tiongkok pada tanggal 13 Mei mengumumkan, berlaku mulai Juni mendatang akan menaikkan pajak impor produk Amerika Serikat dengan nilai 60 milyar. begitu terdengar kabar ini bursa saham Amerika Serikat langsung turun, NASDAQ ditutup dengan penurunan sebesar 617 poin.
Amerika Serikat juga tidak mau kalah, Perwakilan Biro Perdagangan Amerika Serikat segera mengumumkan akan menaikkan tariff pajak untuk daftar produk barang Daratan Tiongkok lainnya senilai USD300 milyar termasuk didalamnya produk pertanian, garmen dan lainnya yang semuanya terdiri dari 3.805 jenis. Bursa saham Taiwan sendiri tidak lama setelah pasar saham dibuka yang dari turun 200 poin perlahan-lahan kembali pulih.
Sekretaris NFSFMC yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Ruan Qing-hua mengemukakan, NFSFMC terus mengamati dengan seksama perkembangan perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok serta memonitor situasi bursa saham dalam dan luar negeri. dipengaruhi dengan isu luar bursa saham Taiwan melemah pada tanggal 13 Mei, pagi tadi juga memperlihatkan penurunan, tetapi bursa saham Eropa, Amerika, Jepang dan Hongkong stabil, untuk itu masih akan terus mengamati situasi dengan cermat.