History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

3 Perubahan Situasi Selat Taiwan Presiden : Upaya Beijing Memecah Belah dan Campur Tangan Pemilu

  • 10 May, 2019
  • 曾秀情
3 Perubahan Situasi Selat Taiwan  Presiden : Upaya Beijing Memecah Belah dan Campur Tangan Pemilu
Presiden Tsai Ing Wen

(Taiwan-ROC) -- Presiden Tsai Ing-wen hari Jumat (10/5) pagi dalam rapat tingkat tinggi pertahanan kemanan nasional mengajukan 3 perubahan penting dalam situasi politik antar Selat Taiwan sebagai peringatan bagi warga nasional.

Presiden mengemukakan, perubahan yang pertama adalah Daratan Tiongkok meningkatkan proganda “proyek Taiwan, satu negara dua sistem”, berupaya untuk melakukan apa yang disebut “negosiasi demokratis” dengan semua lapisan masyarakat Taiwan, dan untuk mengisolasi diploasi milter Taiwan, menekan rakyat Taiwan untuk menerima pandangan politik dari Daratan Tiongkok ; yang kedua adalah pemerintahan Beijing berusaha mengintervensi dalam pemilu Taiwan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Perubahan kedua adalah, dalam pemilu tahun ini, pemerintah Beijing berusaha membimbing tokoh-tokoh politik Taiwan, dengan berbagai cara partai Komunis Daratan Tiongkok melibatkan diri dan turut campur tangan pada masing-masing instansi, mengacaukan masyarakat Taiwan dan juga masuk dalam pemilu Taiwan.”

Perubahan yang ketiga adalah selain perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, kegiatan militer dan politik kedua belah pihak di kawasan Laut Cina Selatan juga memanas, Daratan Tiongok semakin bersikap provokatif, dan mencoba menghancurkan status quo di Selat Taiwan.”

Presiden mengemukakan, menghadapi ketiga perubahan ini, beliau secara khusus meminta tim pertahanan keamanan nasional menghadapi penetrasi, front bersatu terlebih yang terpaparkan baru-baru ini dimana berita hoax dari media media menerima bantuan dana atau pengaruh dari Daratan Tiongkok, untuk secepatnya melakukan persiapan anti-penetrasi, kebijakan anti front bersatu, menjaga kedaulatan dan pertahanan keamanan Taiwan.

Pemimpin negara juga meminta untuk mempercepat kerja “jaringan perlindungan demokrasi”, beliau berharap Yuan Legislatif secepatnya memeriksa amandemen “hukum pidana AD dan AL”, “ UU Kerahasiaan Bisnis”, “UU Kerja Intelijen Nasional”, “ UU Keamanan Nasional” dan “Ordonasi Hubungan Lintas Selat”, mempercepat penyelesaian persiapan fungsi “jaringan perlindungan demokrasi”.

Selain itu, presiden juga mengemukakan, menghadapi ancaman militer Daratan Tiongkok, Pertahanan Keamanan Taiwan dapat memperkuat kemampuan perang. di satu sisi menegakkan prinsip otonomi pertahanan nasional, mempercepat produksi kapal selam nasional dan rudal ; di sisi lain, meningkatkan senjata pertempuran utama melalui jalur pengadaan persenjataan militer yang dinormalisasi dan meningkatkan pelatihan tempur.

Presiden juga mengingatkan masyarakat Taiwan bahwa kekuatan di luar yang semakin lama semakin kuat tentu saja membuat kita khawatir, tetapi yang lebih parah adalah kita tidak dapat bertekad hati untuk bersatu. ia beranggapan, dengan perubahan yang begitu besar, dapat menjaga kestabilan antar selat Taiwan merupakan kunci penting yang tidak boleh menyerah maupun mengalah, satu-satunya yang harus dipertahankan pemerintah, ditambah dengan kesatuan dari seluruh masyarakat barulah dapat menjamin dan menjaga kedaulatan rakyat dan keamanan negara ini, cara untuk menjaga agar demokrasi tetap dapat hidup dari generasi ke generasi.

Komentar

Terbarumore