(Taiwan-ROC) -- Buletin “Kebijakan Luar Negeri” Amerika Serikat tanggal 9 Mei mempublikasikan artikel tulisan Presiden Tsai Ing-wen yang menunjukkan kalau Taiwan membutuhkan kemitraan dengan Amerika Serikat untuk perkembangan demokrasinya, ia juga berjanji akan menjadikan kawasan Indo-Pasifik menjadi kawasan yang lebih terbuka dan bebas.
Buletin “Kebijakan Luar Negeri” yang memuat artikel berjudul “Demokrasi Mandiri Taiwan Masih Membutuhkan Kemitraan Amerika Serikat”. Presiden Tsai Ing-wen dengan singkat merespon latar berlakang dari “UU Hubungan Taiwan”, membicarakan mengenai undang-undang ini dan bagaimana masa depan hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat, selain itu juga memastikan kalau Taiwan memiliki kemampuan pertahanan keamanan yang cukup memadai.
Kepala Negara mengenang kembali, dengan latar belakang perang dingin, tidak ada seorangpun yang dapat membayangkan kalau Taiwan dapat menjadi mercun suar demokrasi di benua Asia. melalui kepemilikan nilai demokrasi, warga Taiwan memegang sendiri kebebasan dirinya, berupaya keras untuk menghadapi berbagai rintangan dan tetap terus melangkah maju.
Pemimpin Negara mengemukakan, dengan kemitraan bersama demokrasi Amerika Serikat, warga Taiwan akan mentransformasikan kebijakan pemerintahan menjadi negara demokarasi yang penuh dengan vitalitas. Tahun 1996 untuk pertama kali Taiwan menyelenggarakan pemilu presiden langsung, 4 tahun kemudian telah beralih ke kedaulatan pemerintah yang damai, tahun 2016 semakin menerobos pembatas dengan terpilihnya seorang presiden perempuan, perbandingan legislator perempuan juga menerobos tingkat tertinggi terbaru dalam sejarah.
Kepala negara menyampaikan, selama 40 tahun ini Kongres dan administrative Amerika Serikat menjunjung dan menerapkan "Undang-Undang Hubungan Taiwan," dan hubungan antara Taiwan dan Amerika Serikat tidak tergantikan, dan kawasan itu dilindungi dari kekuatan anti-demokrasi yang semakin radikal. Taiwan dan Amerika Serikat bekerja berdampingan karena mereka percaya bahwa kegelapan dan ketakutan yang ditimbulkan oleh rezim otoriter tidak dapat menahan kemuliaan demokrasi.