(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 9 Mei 2019, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) berkunjung ke Kota Kaohsiung dan menghadiri upacara peletakan batu pertama untuk pabrik kapal selam. Kepala Negara mengemukakan dirinya sangat senang dapat bersama dengan kalangan akademisi di sektor perkapalan, mengikuti kegiatan peletakan batu pertama tersebut. Beliau menambahkan dalam kurun 3 tahun belakangan ini, pemerintah terus mendorong sektor produksi kapal nasional, meski menerima banyak keraguan dan kritikan. Peristiwa hari ini menjadi bukti bahwa Taiwan memiliki kemampuan produksi yang mumpuni.
Kepala Negara menekankan dirinya berkomitmen untuk mengimplementasikan otonomi pertahanan negara. Beliau mengemukakan dikarenakan dampak dari faktor geografis, Taiwan harus menerapkan strategi peperangan yang asimetris. Kapal selam tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan perang asimetris Angkatan Laut, namun dapat menghalau kapal-kapal musuh di perairan barat daya dan timur laut Taiwan.
Kepala Negara mengemukakan 4 kapal selam yang tengah bertugas saat ini, 2 diantaranya merupakan pemberian Amerika Serikat pada tahun 1970. Umur dari kedua kapal tersebut sudah mencapai 70 tahun. Masih ada 2 kapal yang dibeli dari Belanda, kini usianya juga sudah mencapai 30 tahun. Dikarenakan adanya tekanan dari Daratan Tiongkok, membuat Belanda berhenti menjual kapalnya untuk Taiwan. Produksi kapal nasional mandiri yang diusahakan Taiwan merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Produksi nasional merupakan solusi satu-satunya. Di sektor teknik dan peralatan pasti akan menemukan tantangan. Setelah melewati penelitian, saya memutuskan untuk mengajak AL dan institusi kami untuk bekerja sama mengatasi kesulitan ini.”
Zheng Wen-long (鄭文隆), CEO Taiwan International Shipbuilding (CSBC) mengemukakan selama periode terakhir, CSBC memiliki tim yang terdiri dari 166 orang, yang menerapkan metode kerja secara berkelompok dengan menggabungkan teknik masing-masing. Ke depannya akan menyesuaikan dengan kebijakan “Membangun Bersama” yang ditetapkan oleh Angkatan Laut. Yang mana akan memadukan dengan tim internal dengan sistem manajemen pengadaan barang, membangun pabrik pembangunan kapal selam Taiwan, guna memenuhi kebutuhan Angkatan Laut. Setelah upacara peletakan batu pertama selesai digelar, pembangunan operasional akan mulai dibangun. Menurut perencanaan yang ada, kapal selam nasional pertama akan diproduksi selama 60 bulan, dan diserahkan kepada pihak militer pada akhir tahun 2024 atau pertengahan tahun 2025.