History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PMI Bawa Kasus Chikungunya Taiwan Pertama Tahun ini

  • 04 May, 2019
  • 尤繼富
PMI Bawa Kasus Chikungunya Taiwan Pertama Tahun ini
PMI Bawa Kasus Chikungunya Taiwan Pertama Tahun ini

(Taiwan-ROC) -- Taiwan Centers for Disease Control (CDC) tanggal 1 Mei mengumumkan tahun ini kasus pertama Chikungunya (infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Virus ini menyerang dan menulari manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah) yaitu seorang PMI berusia 20 tahunan yang bekerja di wilayah tengah Taiwan, PMI ini pada tanggal 13 Maret – 28 April bersama suaminya yang juga berkerja di Taiwan pulang ke Indonesia, pada 26 April sempat gejala demam dan hidung meler, saat kembali ke Taiwan tanggal 28 terdeteksi demam dan langsung diantar ke pos karantina bandar udara untuk diperiksa dan dipastikan terkena virus Chikungunya, berdasarkan sejarah masa inkubasi diperkirakan kalau virus ini tersebar dari Indonesia.

Pusat Pengendalian Penyakit Menular (CDC) telah melakukan pemeriksaan area sekitar penderita beraktivitas, melakukan pekerjaan pembersihan dan penyuluhan kesehatan, saat ini penderita tengah diisolasi dari sengatan nyamuk, tidak ditemukan gejala terkait pada suaminya pulang ke Taiwan bersamanya, meskipun demikian akan tetap dimonitor dan diperiksa secara berkala sampai 28 Mei.  

CDC mengemukakan, sejak Taiwan dimasukkan dalam kawasan epidemi Chikungunya pada Oktober 2007, terkumulatif positf 113 kasus yang rata-rata dibawa masuk dari luar ; 90% yang terjangkit penyakit Chikungunya ini berasal dari negara di Asia Tenggara, paling banyak dari Indonesia sebanyak 59 kasus berikutnya adalah Filipina sebanyak 27 kasus. Belakang ini dari Thailand juga sudah ada beberapa, tahun ini dilaporkan sudah ada 3000 kasus. Sedangkan Malaysia akhir-akhir ini kasus Chikungunya menurun, tahun ini hanya 241 kasus. Berdasarkan laporan, tahun ini hingga akhir bulan April sudah ada 17 kasus Chikungunyu di Jawa Barat, Indonesia.

Selain itu hingga 30 April 2019 kemarin jumlah kumulatif kasus malaria yang dibawa masuk ke Taiwan telah mencapai 122 kasus, 90% tertular dari negara Asia Tenggara, tahun ini kasus terbawa dari luar merupakan tertinggi selama 10 tahun terakhri. CDC menghimbau, untuk menyiapkan pencegahan tergigit nyamuk apabila mendatangi daerah terjangkit malaria atau chikungunya, gunakan pakaian tangan panjang dan celana panjang warna cerah, oles atau semprot obat anti nyamuk, menginap di tempat yang memiliki kawat nyamuk untuk jendela dan pintunya. Apabila mendapati gejala demam, sakit kepala, mual, tumbuh bitnik-bintik dan nyeri sendi setelah kembali Taiwan, segera berobat ke dokter dan memberitahukan sejarah perjalanan wisata atau kegiatan Anda serta secepatnya berobat dan melaporkan diri. Selain itu saat ini hujan menguyur sebagian besar wilayah Taiwan, masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan dan jangan membiarkan air tergenang di sekitar Anda karena ini bisa menjadi tempat nyamuk untuk bersarang.

Komentar

Terbarumore