History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai meminta direncanakannya strategi penangkalan menghadapi serangan teknologi canggih dari pendukung non-liberalisme

  • 25 April, 2019
  • 陳志勇
Presiden Tsai meminta direncanakannya strategi penangkalan menghadapi serangan teknologi canggih dari pendukung non-liberalisme
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menemui rombongan kunjungan “NextGen” dari Pusat Keamanan Amerika Baru (Center for a New American Security/CNAS) Amerika Serikat di Kantor Kepresidenan, Kamis, 25 April

(Taiwan, ROC) - Penyebaran berita palsu atau hoax telah menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara. Menghadapi serangan teknologi canggih dari pendukung non-liberalisme, lembaga keamanan nasional harus secara aktif merencanakan strategi penangkalan.

Demikian ditegaskan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) ketika menemui rombongan kunjungan “NextGen” dari Pusat Keamanan Amerika Baru (Center for a New American Security/CNAS) Amerika Serikat di Kantor Kepresidenan, Kamis, 25 April.

Melalui kata sambutannya, Tsai memuji program anti serangan teknologi canggih dari pendukung non-liberalisme yang diajukan oleh CNAS pada Februari lalu, terutama bagian mengenai penangkalan serangkaian strategi infiltrasi yang diadopsi negara-negara otoriterisme untuk meningkatkan daya pengaruh globalnya, terutama penyebaran berita hoax.

Presiden Tsai mengatakan, “Taiwan adalah salah satu korban berita hoax. Kami sadar akan bahaya penggunaan liberalisme oleh negara otoriter untuk merusak demokrasi dan kebebasan global. Maka saya meminta lembaga keamanan merencanakan strategi untuk menangkal upaya infiltrasi dan serangan teknologi canggih dari pendukung non-liberalisme.”

Sekedar informasi, Pusat Keamanan Amerika Baru (Center for a New American Security/CNAS) adalah salah satu tank pikir terkemuka di Amerika Serikat yang didirikan pada 2007. Tugas utamanya adalah merancang strategi dan kebijakan untuk dijadikan referensi bagi penetapan kebijakan keamanan negara oleh pemerintah Amerika Serikat.

Komentar

Terbarumore