(Taipei, ROC) --- Juru Bicara Istana Kepresidenan Sidney Lin (林鶴明) mengumumkan, guna untuk menghadapi perkembangan situasi politik dan ekonomi dalam negeri yang terus mengalami perubahan, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) memutuskan untuk memperkerjakan Shi Ke-he (施克和) sebagai Wakil Sekjen Istana Kepresidenan dan Lin Chen-wei (林成蔚) menjabat anggota Komite Penasihat Konferensi Pertahanan Nasional.
Sidney Lin mengemukakan Shi Ke-he memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang administrasi di daerah dan pusat. Sebelumnya ia menjabat Wakil Bupati dan Ketua Divisi Konstruksi untuk Kabupaten Yunlin. Selain itu, ia juga pernah menjabat posisi Wakil Sekretaris di era pimpinan mantan Perdana Menteri Lin Quan (林全). Saat ini, ia diketahui menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Shi Ke-he tentu memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup dalam menangani masalah perburuhan.
Sidney Lin melanjutkan Shi Ke-he memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, serta paham akan isu ketenagakerjaan, pertanian dan lingkungan. Ia juga diketahui memiliki hubungan yang baik dengan organisasi NGO. Presiden berharap kemampuan bernegosiasi yang dimiliki oleh Shi Ke-he, dapat memperkuat interaksi antar kelompok di dalam negeri. Selain itu, Kepala Negara juga meminta, agar Shi Ke-he dapat menyaring opini publik, serta menanggapi berbagai perubahan situasi politik dan ekonomi.
Lin Chen-wei diketahui pernah mengajar di Jepang selama bertahun-tahun. Sidney Lin melanjutkan, selain memiliki taraf pendidikan yang baik, Lin Chen-wei juga akrab dengan situasi politik di Jepang. Ia diketahui memiliki jaringan koneksi yang baik dan pengalaman yang mumpuni. Lin Chen-wei diketahui pernah menjabat posisi anggota Komite Penasihat Konferensi Pertahanan Nasional, untuk periode tahun 2004 hingga 2008. Sebelumnya ia juga pernah bertanggung jawab untuk mempromosikan pengembangan hubungan Taiwan dengan Jepang.
Sidney Lin melanjutkan Jepang merupakan negara yang memegang peranan penting dalam konteks keamanan kawasan Asia Pasifik. Kerja sama antar Taiwan dengan Jepang merupakan salah satu langkah untuk menghadapi situasi yang tidak menentu di kawasan regional, mengingat tindak tanduk Daratan Tiongkok. Apalagi setelah konflik perdagangan antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok merebak, hubungan Taiwan dan Jepang kian menjadi kunci penting bagi perdamaian di kawasan regional. Melalui pengalaman yang dimiliki Lin Chen-wei, Presiden Tsai Ing-wen berharap Taiwan semakin dapat mengikuti perkembangan terkini dari situasi Asia Timur, guna menanggapi perubahan politik ekonomi internasional dan lintas selat.