History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Nilai UU Hubungan Taiwan Melebihi Hukum Dalam Negeri AS

  • 19 April, 2019
  • 尤繼富
Nilai UU Hubungan Taiwan Melebihi Hukum Dalam Negeri AS
Nilai UU Hubungan Taiwan Melebihi Hukum Dalam Negeri AS

(Taiwan, ROC) --- The Presbyterian Church in Taiwan (PCT) mengemukakan guna untuk merayakan genapnya 40 tahun UU Hubungan Taiwan, PCT akan mengundang penatua gereja, yaitu Wang Neng-hsian (王能祥). Wang Neng-hsian merupakan sosok yang terus memperjuangkan UU Hubungan Taiwan. 40 tahun lalu, dirinya diketahui terus mengumandangkan kebijakan relasi Taiwan. 

Melalui konferensi pers, Wang Neng-hsian menggambarkan bagaimana di kala itu ia bersama dengan beberapa pihak Amerika Serikat memperjuangkan hak asasi manusia warga Taiwan. Di antaranya Senator Amerika Serikat Claiborne Pell dan anggota Kongres Amerika Serikat James A. Leach. Ia melanjutkan UU Hubungan Taiwan mendapat 424 suara dari total 535 anggota kongres Negeri Paman Sam tersebut. 

Wang Neng-hsian mengatakan, “Terkadang warga Amerika berbicara dengan penuh kerendahan hati. Sama halnya dengan warga Taiwan. Tingkatan nilai UU Hubungan Taiwan itu jauh lebih tinggi dari hukum dalam negeri.” 

Wang Neng-hsian menekankan UU Hubungan Taiwan bukanlah seperti yang diperkirakan semua orang. Walau tampaknya hukum ini seperti hukum dalam negeri, namun ia memiliki nilai yang jauh lebih tinggi.

Dalam konferensi pers tersebut, juga sempat membacakan surat dari Direktur Institut Amerika di Taiwan (AIT), William Brent Christensen. Ia mengatakan dikarenakan adanya rencana perjalanan yang harus diikuti, menyebabkan dirinya tidak dapat mengikuti pertemuan hari ini. Namun demikian, AIT tentu sangat berharap dapat memahami lebih dalam akan kontribusi Wang Neng-hsian bersama dengan Kongres Amerika Serikat, dalam memperjuangkan UU Hubungan Taiwan. 

Anggota Legislator Hsiao Mei-qin (蕭美琴) mengemukakan dikarenakan situasi Taiwan 40 tahun lalu cukup sulit, peran dari Wang Neng-hsian tentu memberikan angin segar. Ia bersama dengan yang lainnya diketahui mengorbankan kebebasan mereka untuk kembali ke Taiwan. Di samping itu, mereka juga telah melakukan berbagai upaya untuk memperjuangkan Taiwan di Amerika Serikat. Melalui bukunya, Wang Neng-hsian menjelaskan bagaimana memperjuangkan kebijakan tersebut dan berapa banyak warga yang telah berjuang untuk memulihkan posisi Taiwan di dunia internasional.

Komentar

Terbarumore