(Taiwan-ROC) -- Laporan media mengemukakan, perusahaan Raytheon Amerika Serikat menandatangani perjanjian baru di mana nantinya menempatkan sistem peluru kendali MIM-104 Patriot di Taipei. berita terkait ini membuat dunia luar menduga-duga apakah pihak kemiliteran membeli sistem peluru kendali baru.
Juru bicara Kementerian Pertahanan, Chen Chung-chi (陳中吉) tanggal 9 April mengemukakan, untuk wilayah utara Taiwan sudah dari awal menempatkan sistem pertahanan rudal patriot, ditegaskan perjanjian kerja sama dengan pihak AS bukan untuk pembelian sistem kemiliteran, bahkan ia juga menjelaskan bahwa kontrak kerjsa sama ini ditenderkan secara umum.
Chen Chung-chi mengatakan, “Sebenarnya, ini adalah kantor proyek menggunakan uang ini untuk melakukan tender, untuk rincian detailnya kami tidak bisa membantu pihak pemerintahan AS untuk menjelaskannya. namun dapat dipastikan kalau pembelian ini bukan untuk sistem baru atau type baru atau pembelian penambahan rudal MIM-14 patriot.”
Selain itu, beberapa hari lalu Presiden Tsai Ing-wen menginstruksikan untuk mengusir pesawat tempur Daratan Tiongkok melintasi batas garis tengah Selat Taiwan; dikedepannya bagaimana prinsip yang diterapkan pihak kemiliteran dalam menyelesaikan masalah seperti ini? Chen Chung-chi menyampaikan, selain peraturan yang ada sekarang, instansi terkait akan lebih lanjut meneliti kemungkinan untuk melakukan revisi, dia menekankan, posisi dari tentara nasional adalah tidak akan mengalah dalam hal kedaulatan negara dan akan bersikeras melindungi kebebasan dan demokrasi rakyat.
Mengenai ada legislator yang menyarankan untuk mengembalikan S-2T yang telah dihapus sebagai kapal induk patroli untuk memantau di garis batas Selat Taiwan. Chen Chung-chi mengemukakan, kementerian pertahanan akan mempertimbangkan segala saran dan pendapat, tetapi ditegaskan di sini kalau prinsip tentara nasional adalah tidak provokatif dan bertempur.