History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

John Bolton Menyayangkan Daratan Tiongkok Kembali Melancarkan Aksi Provokasi

  • 02 April, 2019
  • 尤繼富
John Bolton Menyayangkan Daratan Tiongkok Kembali Melancarkan Aksi Provokasi
John Bolton Menyayangkan Daratan Tiongkok Kembali Melancarkan Aksi Provokasi

(Taiwan, ROC) --- Terkait dengan peristiwa pesawat Daratan Tiongkok yang terbang melintasi Selat Taiwan pada beberapa hari lalu, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton mengeluarkan pernyataan resminya. Melalui media sosial, ia menuliskan tindakan dari Negeri Tirai Bambu tersebut tidak akan memenangkan hati masyarakat Taiwan, yang ada hanya dapat membuat warga Taiwan semakin menghargai nilai demokrasi. 

Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) menjawab pernyataan dari John Bolton, dengan mengatakan bahwa persahabatan dan dukungan yang diberikan, merupakan penyemangat yang penting. Taiwan akan selalu bertekad menjaga kondisi yang kondusif di Selat Taiwan. Sikap provokasi yang diperlihatkan Daratan Tiongkok, hanya akan membuat Taiwan semakin kuat. Ia juga menyetujui pernyataan John Bolton, yang menuliskan “Menyerah Bukanlah Pilihan”.

2 pesawat militer Daratan Tiongkok diketahui melintasi Selat Taiwan pada 31 Maret 2019 lalu, dan sempat memasuki wilayah penerbangan Taiwan. Mendapatkan kabar tersebut, Angkatan Udara (AU) Taiwan pun tidak tinggal diam. AU mengirimkan pesawat militernya ke udara, dan seketika pesawat Daratan Tiongkok meninggalkan wilayah udara Taiwan. John Bolton mengungkapkan tindakan provokasi yang diperlihatkan otoritas Beijing, tidak akan bisa memenangkan hati warga Taiwan. 

Pada tanggal 1 April 2019 kemarin, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) juga telah dengan tegas memberikan pernyataan bahwa tindakan Daratan Tiongkok dapat mendatangkan kerugian yang tidak sedikit. Tindakan semena-mena Negeri Tirai Bambu tentu dapat mempengaruhi stabilitas perdamaian di kawasan terkait. Selain memprotes keras, Kepala Negara juga ingin mengingatkan otoritas Beijing, untuk jangan sekali-kali mencoba memprovokasi keadaan di Selat Taiwan. 

Komentar

Terbarumore