(Taiwan, ROC) --- Harian The New York Times melaporkan kunjungan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) ke negara sahabat yang terletak di Kepulauan Pasifik menjadi salah satu langkah konsolidasi persahabatan dan merupakan cara mengimbangi pengaruh Daratan Tiongkok di kawasan terkait. Pakar mengemukakan, melalui rangkaian perjalanan kali ini, Presiden Tsai akan mengumumkan lebih banyak lagi terkait rencana bantuan ke negara-negara sahabat.
Presiden Tsai Ing-wen dijadwalkan akan melangsungkan kunjungan diplomatiknya terhitung Kamis (21/3), dengan total perjalanan 8 hari. Selama 8 hari, Kepala Negara akan berkunjung ke Palau, Nauru dan Kepulauan Marshall. Setelah Tsai Ing-wen menjabat presiden, ini merupakan kedua kalinya beliau bertandang ke Kepulauan Pasifik. Dan hingga hari ini, dilaporkan telah ada 6 kali kunjungan diplomatik yang telah dilakukan oleh Kepala Negara. The New York Times melaporkan di tengah rentetan bantuan yang terus ditawarkan Daratan Tiongkok kepada negara-negara Kepulauan Pasifik, apakah otoritas Beijing dapat merampas hubungan diplomatik Taiwan dan membuat peran Taiwan di dunia internasional kian kecil.
Terkait akan semakin besarnya pengaruh Daratan Tiongkok di kawasan Kepulauan Pasifik, negara-negara barat juga telah melakukan berbagai langkah penanggulangan; misal Amerika Serikat dan Australia yang terus menekan besarnya pengaruh Negeri Tirai Bambu tersebut. Australia diberitakan telah menganggarkan lebih banyak program ke kawasan Kepulauan Pasifik.
Ketua Divisi Penelitian Daratan Tiongkok dari pusat studi “Center for Strategic and International Studies” (CSIS), Bonnie Glaser mengatakan pengaruh ekonomi Daratan Tiongkok yang kian berkembang, dapat berubah menjadi kekuatan politik. Ia memberikan contoh dengan akan dibukanya pusat militer di dermaga dan pelabuhan yang diiventasikan Negeri Tirai Bambu di negara-negara lain. Bonnie Glaser melanjutkan pengaruh dari Negeri Tirai Bambu kian mengawatirkan. Di samping itu, para diplomat AS juga telah mengingatkan kepada negara-negara diplomatik Taiwan, akan bahaya dari terlalu bergantungnya kepada Daratan Tiongkok.
Ross Darrell Feingold, seorang penasihat politik yang berbasis di Taipei, percaya Presiden Tsai Ing-wen akan menawarkan lebih banyak bantuan kepada negara Kepulauan Pasifik, mengingat Nauru dan Kepulauan Marshall akan menggelar pemilu pada tahun ini.
Selama Tsai Ing-wen menjabat presiden Taiwan, otoritas Beijing telah merampas 5 hubungan diplomatik Taiwan. Laporan juga menulis bahwa kini Taiwan hanya menjalin hubungan diplomatik resmi dengan 17 negara di dunia.
Media The Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan Taiwan akan terus mencegah langkah Beijing yang ingin merampas hubungan diplomatik Taiwan dan negara-negara di kawasan Kepulauan Pasifik merupakan area yang penting. Melalui kunjungan kenegaraan kali ini, Presiden Tsai Ing-wen dikabarkan akan menawarkan bantuan investasi yang lebih banyak kepada negara sahabat. Pakar merasa peran dari hubungan diplomatik Taiwan merupakan salah satu senjata penting untuk mengimbangi pengaruh kuat Daratan Tiongkok.