History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menlu : Demokrasi Taiwan akan Mengalahkan Otoritarianisme Daratan Tiongkok

  • 12 March, 2019
  • 尤繼富
Menlu : Demokrasi Taiwan akan Mengalahkan Otoritarianisme Daratan Tiongkok
Menlu : Demokrasi Taiwan akan Mengalahkan Otoritarianisme Daratan Tiongkok

(Taiwan, ROC) --- Kementerian Luar Negeri mengemukakan bahwa Menteri Luar Negeri, Joseph Wu (吳釗燮) hadir dalam acara makan malam yang diselenggarakan oleh Los Angeles World Affairs Council (LAWAC). Dalam acara tersebut, Joseph Wu juga memberikan pidato dengan tema “Taiwan: An Enduring Partner with the US in the Free and Open Indo-Pacific”.

Dalam pidatonya, Joseph Wu menyebutkan semenjak melewati 38 tahun masa darurat militer, Taiwan tidak pernah menyerah dalam mengejar nilai kebebasan berdemokrasi. Seperti yang pernah dikatakan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, bahwa rangkulan demokrasi Taiwan telah membuka jalan yang lebih baik bagi seluruh komunitas Tionghoa di dunia.

Namun dalam menghadapi ancaman dari pemerintahan otoritarianisme, Taiwan terus menerus mendapatkan intimidasi dari Daratan Tiongkok. Taiwan akan bertahan dalam menentang tindakan Negeri Tirai Bambu dan akan terus membuka jalan demokrasi yang lebih baik. Terkait akan tekanan Daratan Tiongkok, Joseph Wu dengan tegas mengatakan, “Pada akhrinya, Taiwan dan demokrasi-lah yang akan menang”.

Menlu menlanjutkan “Undang-Undang Hubungan Taiwan” merupakan bukti akan eratnya hubungan yang terjalin antar Taiwan dengan Amerika Serikat. Memasuki 40 tahun dari berlakunya ketentuan ini, pertukaran antar kedua pihak akan terjalin semakin kuat. Semenjak Presiden Tsai Ing-wen menjabat sebagai presiden, telah banyak pencapaian yang berhasil dilakukan oleh Kongres AS, terlebih terkait akan kemitraan dengan Taiwan. Negeri Paman Sam juga diketahui telah mengumumkan sejumlah hasil penjualan senjata militernya ke Taiwan. Hal ini menjadi bukti nyata akan dukungan Amerika Serikat terhadap partisipasi Taiwan dalam dunia internasional.

Joseph Wu menekankan dalam masa sejarah yang kian kritis ini, ketika perebutan kekuasaan terjadi kian intens, maka dapat merusak ideologimasyarakat luas. Taiwan memilih untuk tetap bersatu dan berada di bawah nilai-nilai demokrasi. Taiwan berharap dapat bekerja sama dengan komunitas internasional dalam menciptakan kondisi dan lingkungan yang bersahabat.

Los Angeles World Affairs Council berdiri semenjak tahun 1953 dan memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Beberapa tokoh penting lintas partai diketahui pernah berpidato dalam pertemuan ini; meliputi John F. Kennedy, Richard Nixon, Ronald Reagan, Bill Clinton, George H. W. Bush dan George W. Bush. Pertemuan kali ini mengundang Menteri Luar Negeri Taiwan, yakni Joseph Wuuntuk berpidato. Yang menarik perhatian adalah terdapatnya bendera Taiwan dan Amerika Serikat terlihat berdampingan dan berdiri tegak di atas podium. 

Komentar

Terbarumore