History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

72 Tahun Insiden 28 Februari DPP : Dikenang sebagai Pelajaran dan Pulihkan Sejarah

  • 28 February, 2019
  • 曾秀情
72 Tahun Insiden 28 Februari  DPP : Dikenang sebagai Pelajaran dan Pulihkan Sejarah
Presiden Tsai Ing-wen

(Taiwan-ROC) -- Peristiwa 28 Februari tahun ini memasuki tahun ke 72. Partai berkuasa, Partai Progresif Demokratif (DPP) hari Kamis (28/2) dalam penjelasannya menyampaikan, 72 tahun lalu, tragedi menyedihkan menghilangkan elit sosial dari satu generasi Taiwan raib, ini juga membuat rakyat Taiwan terjerumus dalam terror putih dan system darurat militer untuk jangka waktu yang lama, semua ini disebabkan oleh peristiwa kekerasan ekstrim dimana pemerintah diktaktor menggunakan negara untuk menindas demokrasi dan kebebasan masyarakat Taiwan. DPP menyampaikan, ini merupakan luka yang tidak dapat terbayarkan, peristiwa ini juga mengoreskan sejarah berdarah dan air mata leluhur dalam upaya memperjuangkan demokrasi dan kebebasan, kita harus mengingat dan menjadikan sebagai pelajaran, setiap saat setiap waktu harus mengingatkan diri bahwa kitalah pemilik pulau ini 

DPP membeberkan, tahun ini juga merupakan tahun ke 30 peristiwa Tiananmen, 60 tahun Tibetan Uprising Day. Sebanding dengan reformasi dan pembangunan demokrasi Taiwan, bertolak belakang dengan Daratan Tiongkok yang beberapa tahun terakhir ini terhadap rakyat Xinjiang melakukan penindasan hak asasi manusia, dari sejarah dapat terlihat kalau demoraksi dapat melawan penindasan, kekerasan pemerintah terhadap rakyat; sehingga dapat semakin menghargai perjuangan pengembangan demokrasi di Taiwan yang memang tidak mudah untuk diraih.

DPP mengemukakan, 20 tahun terakhir ini, seluruh lapisan masyarakat Taiwan telah melakukan banyak untuk mengurangi luka yang diderita korban selama masa pemerintahan otoriter, tetapi mereka masih merasakan kediktaktoran yang membayangi dalam demokrasi Taiwan karena tidak ada cara untuk menerapkan transformasi keadilan hingga Tsai Ing-wen menjabat sebagai presiden, ia menetapkan keadilan transformasi yang subtantif, memulihkan kebenaran sejarah dan menyelidiki dengan seksama reputasi para korban serta kebenaran insiden dalam upaya menyembuhkan penderitaan para korban. DPP menekankan bahwa mengejar kebenaran dan tanggung jawab bukan untuk menyakiti atau membalas dendam kepada para pelaku, tetapi untuk membela fakta-fakta tentang kegigihan dan pemulihan sejarah hak asasi manusia, dan melalui tindakan-tindakan ini untuk mengkonsolidasikan nilai demokrasi dan kebebasan Taiwan.

Komentar

Terbarumore