(Taiwan,ROC) --- Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) beberapa hari lalu mempertanyakan akan sistem perekrutan militer Taiwan. Ia menambahkan bahwa Taiwan tidak mengerti akan pertahanan nasionalnya sendiri. Masalah perekrutan militer merupakan pendapat dari Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan Nasional Yen Teh-fa (嚴德發) pada Selasa (19/2) saat menerima wawancara di Yuan Eksekutif mengemukakan dan mempertanyakan sistem mana yang lebih kuat, apakah 4 tahun militer sukarela atau 1 tahun wajib militer. Jawabannya sudah sangat jelas, Yen Teh-fa menekankan kebijakan merekrut militer merupakan tanggapan dari kebutuhan administrasi pertahanan nasional dan keputusan yang diambil setelah melewati diskusi dengan para ahli. Menteri Pertahanan melanjutkan sistem yang dipilih merupakan salah satu perwujudan dari pertahanan Taiwan. Ini tidak ada hubungannya dengan niat ingin menyaingi kekuatan militer Daratan Tiongkok.
Namun demikian, anggota legislator New Power Party Hsu Yung-ming (徐永明) mempertanyakan bahwa Walikota Taipei mengklaim sistem perekrutan militer Taiwan mendapat komentar dari asisten sekretaris Departemen Pertahanan AS Divisi Keamanan Asia Pasifik David Helvey dan Mantan Ketua Asosiasi Amerika Serikat di Taiwan (AIT) James Moriarty. Apakah pernyataan Ko Wen-je benar adanya atau ini hanyalah pernyataan palsu? Terkait dengan komentar Negeri Paman Sam terhadap sistem perekrutan militer Taiwan, Yen Teh-fa menekankan Taiwan sendiri lah yang harus menyelamatkan negara ini dan yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan kemampuan pertahanan diri. Ia melanjutkan Amerika Serikat memiliki perhatian khusus akan sistem perekrutan militer Taiwan.
Terkait dengan pernyataan Ko Wen-je jika terjadi perang lintas selat, AS meminta Taiwan untuk dapat bertahan, setidaknya 2 hari. Yen Teh-fa menjawab ini hanyalah pendapat pribadi dari Ko Wen-je dan AS tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Kementerian Pertahanan (MND) percaya akan kemampuan perlindungan yang dimiliki oleh mereka.
Yen Teh-fa mengatakan, “Hal ini tidak dapat diukur secara kuantitatif. Kami yakin dengan kemampuan perlindungan yang kami miliki.”
Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) juga mendukung Yen Teh-fa. Ia merasa selaku Kementerian Pertahanan, tindakan penuh percaya diri yang diperlihatkan adalah benar adanya.