(Taiwan, ROC) - Yuan Eksekutif hari Kamis, 14 Februari, menyangkal laporan media bahwa upaya pemerintah memprioritaskan peratifikasian rancangan amandemen undang-undang untuk memperpanjang masa restriksi bagi pensiunan pejabat tinggi dan pejabat departemen rahasia negara untuk berkunjung ke Daratan Tiongkok, adalah tindakan yang ditargetkan pada mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) dan mantan Wakil Presiden Wu Den-yih (吳敦義) yang masa restriksinya akan berakhir 20 Mei mendatang.
Yuan Eksekutif telah mengajukan rancangan amandemen Undang-undang Hubungan Rakyat Antar Selat Taiwan dan Undang-undang Perlindungan Rahasia Negara untuk diratifikasi di Yuan Legislatif, dan berharap kedua rancangan tersebut bisa diprioritaskan untuk diratifikasi dalam persidangan priode saat ini.
Perihal laporan media bahwa tindakan Yuan Eksekutif tersebut tampak jelas ditargetkan pada Ma dan Wu, juru bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka hari Kamis menjelaskan, kedua rancangan amandemen undang-undang tersebut sebelumnya telah didaftarkan untuk diprioritaskan, maka tidak ditargetkan pada individu tertentu.
Kolas Yotaka mengatakan, “Dalam daftar rancangan undang-undang kami, mereka memang berada di urutan paling atas, maka tidak ada pihak yang ditargetkan.”
Menurut Kolas, Yuan Eksekutif akan mengadakan rapat dengan fraksi legislatif Partai Progresif Demokratik (DPP) untuk memfinalisasi daftar tersebut.