(Taiwan, ROC) – Seiring dengan alunan suara merdu dari kelompok musik Amarcord asal Jerman, Taipei International Book Exhibition 2019 yang digelar selama 6 hari berturut, dibuka secara resmi pada tanggal 12 Februari.
Dalam pameran buku kali ini, secara khusus mengundang Jerman sebagai tajuk negara utama pameran. Untuk itu turut mengundang penulis popular jerman, Ferdinand von Schirach, Kepala Frankfurt Book Fair, Juergen Boos, untuk hadir dalam pembukaan pameran dan berinteraksi dengan para pembaca dalam pameran tersebut.
Wakil Presiden Chen Chien-jen yang turut menghadiri upacara pembukaan pameran, dalam kata sambutannya menyampaikan, seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, maka pameran buku yang real dan pembaca buku kertas nyata semakin berkurang. Hal ini turut memberikan dampak pengaruh terhadap perkembangan pasar buku di Taiwan. Pemerintah selain menyemangati aksi membaca, Kementrian Kebudayaan juga telah menerapkan serangkaian program bantuan untuk penulisan dan kolaborasi dengan pihak lain. Selain itu juga membentuk sebuah tim kelompok nasional, untuk mempromosi produk percetakan Taiwan kepada dunia. Dirinya yakin dan percaya, selama ada kisah cerita yang baik, maka tidak perlu khawatir tidak ada pembaca.
Wakil Presiden Chen Chien-jen menegaskan bahwa Taiwan memiliki kebebasan bagi dunia percetakan. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan para pelaku usaha dunia percetakkan, agar dunia dapat melihat dan memahami kekuatan dunia percetakkan Taiwan.
Wakil Presiden Chen Chien-jen mengatakan, “Kebebasan dan keterbukaan yang ada dalam dunia percetakkan, adalah sebuah aset yang tidak dapat tergantikan yang dimiliki oleh Taiwan. Dan kenyataannya, seperti apa yang tadi disampaikan bahwa buku bagaikan sebuah ilmu sulap yang dapat dibawa. Untuk itu saya berharap, dunia internasional tidak hanya melihat nasi daging cincang, ayam goreng atau susu mutiara, namun yang terpenting adalah mereka juga dapat benar-benar memahami keragaman, vitalitas dunia percetakkan, yang adalah sebuah kebanggaan Taiwan. Ini juga merupakan target kita di masa yang akan datang.”
Wakil Presiden Chen Chien-jen selain menghadiri upacara pembukaan pameran buku, juga mengunjungi paviliun Jerman, berkeliling dalam pameran dan membeli beberapa buku untuk anak cucunya.
Pameran kali ini diikuti 52 negara, dengan total mencapai 800 perusahaan percetakkan. Untuk paviliun buku kanak-kanak sendiri, mengambil tajuk 30 tahun pameran buku kanak-kanak. Pameran juga diisi lebih dari ribuan kegiatan interaktif dan mengajak para pembaca buku untuk dapat turut hadir mengunjungi pameran.