(Taiwan, ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen pada Selasa (15/1) menghadiri operasi simulasi pertahanan dari anggota Komando Pertahanan HuaTung. Simulasi yang dilakukan tim pertahanan untuk mengimplementasikan “Operasi Penanggulangan Pendaratan Pesawat Jangka Pendek di Pangkalan Udara Jiashan”. Dalam operasi ini, juga disimulasikan ketika pesawat yang ditumpangi tentara musuh mendarat dan menyusup masuk ke Pangkalan Udara Jiashan, namun di tengah perjalanan berhasil ditundukkan oleh pasukan militer Taiwan. Komando Pertahanan HuaTung mengemukakan guna untuk menjamin keamanan masyarakat dalam menjalani liburan imlek, para petugas di lapangan akan berupaya keras menjaga pertahanan negara.
Setelah mengikuti operasi simulasi tersebut, Kepala Negara menggelar makan siang bersama dengan para perwira. Di tengah-tengah acara, beliau pun memberikan sumbangan. Presiden Tsai mengemukakan hubungan lintas selat dalam beberapa akhir ini tengah mengalami perubahan, terutama dengan pernyataan dari Penguasa Daratan Tiongkok, yang kembali menegaskan tidak akan menghentikan kekuatan militernya atas Taiwan. Pernyataan tersebut dirasa memberikan dampak tertentu terhadap stabilitas perdamaian di kawasan regional.
Kepala Negara melanjutkan meskipun situasi di luar sana terus berubah, namun Taiwan akan tetap menjaga ketangguhan dan kestabilan. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus menjaga pertahanan dan kedaulatan Republik Tiongkok. Beliau mengemukakan ia akan berjuang keras untuk melindungi gaya hidup demokratis dan kebebasan yang telah dimiliki Taiwan sedari dulu.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Dengan 3 keteguhan ini, kita harus dapat mencari kestabilan, kecekatan dan kemajuan dalam berbagai perubahan yang ada. 3 unsur di atas tentu memiliki latar belakang utama, yaitu peranan dari seluruh tentara militer yang menjamin keamanan negara”.
Kepala Negara mengemukakan tentara militer merupakan penjaga pertahanan nasional terpenting. Mereka bekeja penuh selama 24 jam tanpa mengenal istirahat. Beliau berharap melalui simulasi kali ini dapat memberikan semangat kepada seluruh pasukan komando. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat melihat semangat dan kemampuan yang dimiliki tentara nasional.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Jika Anda setiap hari berada di lingkungan militer, Anda pasti akan menjunjung tinggi prinsip pembangunan militer dan menerapkan pelatihan yang nyata.Inilah sumber dari kekuatan tempur kita. Kekuatan pertahanan nasional merupakan kunci keamanan negara. Guna untuk mendukung strategi militer yang bertumpu pada pertahanan dan pencegahan, kita akan meningkatkan efektivitas dari kemampuan militer kita. Tidak hanya dengan menaikkan dana anggaran militer setiap tahunnya, melainkan akan terus mengembangkan kemandirian pertahanan nasional dan kemampuan militer dalam menegakkan kedaulatan”.
Kepala Negara menekankan kunci kekuatan tempur adalah manusianya. Meskipun dilengkapi dengan kekuatan militer yang mumpuni, namun ini semua akan bergantung pada kualitas tentara nasional. Oleh karena itu, simulasi pelatihan yang dijalankan harus lebih disempurnakan dan diterapkan berdasarkan kemampuan ilmiah, serta harus terus diperbaharui.