(Taiwan, ROC) --- Dirjen Perlindungan Lingkungan (EPA) pada Selasa (18/12) menggelar jumpa pers terkait Konferensi Perubahan Iklim ke-24 (COP24) yang berada di bawah kerangka kerja PBB UNFCCC. EPA mengemukakan bahwa perwakilan Taiwan telah memperlihatkan kontribusinya dalam Dunia Internasional. Di saat yang sama, Taiwan juga mendapatkan dukungan yang kuat untuk turut serta dalam UNFCCC.
COP 24 yang berlangsung di Katowice, Polandia telah berakhir pada Sabtu (15/12). Perwakilan Ketua EPA Tsai Hong-de (蔡鴻德) dan Wakil Menteri Luar Negeri Hsieh Wu-chiao (謝武樵) mengemukakan kali ini secara khusus memperlihatkan akan pentingnya kontribusi Taiwan dalam memerangi isu perubahan iklim. Sebuah logo “Combating Climate Change”pun terpampang di kereta yang membawa tim delegasi Taiwan memasuki arena pertemuan.
Hsieh Wu-chiao menerangkan kali ini Taiwan tetap berpegang teguh pada semangat profesionalitas, pragmatis dan siap berkontribusi dalam COP24. Selain itu, Taiwan diketahui juga mendapat dukungan yang cukup kuat dari berbagai negara, untuk bergabung dalam UNFCCC.
Hsieh Wu-chiao mengatakan, “Misal dalam dukungan internasional, 15 negara sahabat Taiwan telah membantu Taiwan untuk mengirimkan surat. Kemudian, 9 negara sahabat juga telah berbicara untuk Taiwan. Mereka jelas mendukung kita. Mereka merasa Taiwan sudah sepantasnya bergabung dalam UNFCCCC. Terkait dengan hubungan bilateral, mereka semua sangat aktif, total ada 38 rapat bilateral. Untuk Ketua EPA sendiri, juga sudah mengikuti 20 rapat yang dihadiri petinggi dari 14 negara sahabat. Selebihnya ada 10 negara yang memiliki ide serupa dengan Taiwan; misal Amerika Serikat, Jepang, dan lain-lain. Masih ada Uni Eropa. Selain melaksanakan rapat pembahasan hubungan bilateral, juga telah melakukan kontak dengan anggota kongres”.
Tsai Hong-de menekankan sebuah resolusi disahkan dalam pertemuan di Katowice, memiliki kesetaraan visi dengan Perjanjian Paris di masa mendatang. Hal ini meliputi mengatur kontribusi negara-negara di dunia dalam menegakkan aksi perubahan iklim, yang mana terhitung semenjak tahun 2020 akan mengumpulkan dana sebesar US$ 100 juta untuk mendukung aksi perubahan iklim di negara-negara berkembang.