(Taiwan/ROC) --- Di tengah merebaknya insiden internal Huawei yang mengundang perhatian dunia, ditambah dengan pelaksanaan “Christmasland New Taipei City”, yang selama 3 tahun terakhir ini mendapatkan aliran bantuan dana dari Huawei, Biro Pertahanan Nasional (NSB) pada Senin (10/12) mengemukakan terkait keamanan nasional, pihak panitia dirasa telah melakukan perhitungan dan langkah yang relevan. Namun demikian, jika melihat ketentuan yang kerap diberlakukan oleh Daratan Tiongkok, NSB merasa hal ini patut menjadi acuan perhatian bagi semua pihak. Mengingat Negeri Tirai Bambu memiliki undang-undang, yang mana mewajibkan pihak yang menjalin kerja sama, harus menyertakan informasi yang mereka butuhkan.
Salah satu pejabat keuangan Huawei, Meng Xia-zhou (孟晚舟) ditangkap di Kanada karena dinilai melanggar ketentuan Amerika Serikat. Ia pun harus berangkat ke Amerika Serikat untuk menjalani proses pemeriksaan. Hal ini sekali lagi menguak akan masalah keamanan digital Daratan Tiongkok yang kerap kali diragukan oleh pihak internasional. Kebetulan, pergelaran “Christmasland New Taipei City” yang digelar pemerintah setempat dalam 3 tahun terakhir ini, mendapat bantuan dana dari Huawei.
Salah satu pejabat NSB Zhang Yan-shuo (張晏碩) pada Senin (10/12) mengemukakan pemerintah sedari awal telah membatasi pembelian fasilitas dari Daratan Tiongkok. Terkait dengan dana sponsor, NSB merasa pihak penyelenggara telah mempertimbangkan dengan matang. Namun, NSB kembali memperingatkan bahwa Huawei memiliki kecurigaan dalam pengamanan informasi.
Zhang Yan-shuo mengatakan, “Terkait dengan New Taipei City, dana sponsor yang mereka dapatkan, tentu telah dipertimbangkan dengan baik oleh mereka. Kami juga akan mengingatkan sekali lagi, bahwa Huawei memiliki kecurigaan dalam perihal keamanan informasi”.
Awak media kembali mempertanyakan tentang masalah keamanan dalam produk Huawei. Zhang Yan-shuo mengemukakan alasan mengapa pemerintah membatasi penjualan produk Daratan Tiongkok, karena berdasar pada pertahanan nasional. Belum lagi dengan ketentuan digital yang dimiliki oleh Negeri Tirai Bambu, yang mengharuskan pihak yang melakukan kerja sama wajib menyertakan data informasi. Hal ini menimbulkan kecurigaan signifikan, lanjut Zhang Yan-shuo.
Zhang Yan-shuo mengatakan, “Setelah Daratan Tiongkok menetapkan ketentuan jaringan internet, yang mana mengharuskan perusahaan yang menggalang kerja sama dengan mereka, wajib menyediakan informasi sesuai dengan peraturan yang ada. Sehingga kami menyarankan kepada instansi pemerintah dan masyarakat luas untuk lebih memperhatikan hal ini. Kecurigaan akan bocornya informasi tetaplah ada”.
NSB melanjutkan larangan pemerintah untuk menggunakan produk Daratan Tiongkok, seperti Huawei dan produk lainnya sangatlah jelas. Namun masyarakat lebih mendengarkan referensi atau survei yang dirilis oleh pihak swasta sebagai bahan acuan keamanan mereka.