History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Lai : Pertumbuhan Ekonomi Tidak Dirasakan Setiap Tingkatan adalah Salah Satu dari 5 Penyebab Kekalahan DPP

  • 07 December, 2018
  • 曾秀情
PM Lai : Pertumbuhan Ekonomi Tidak Dirasakan Setiap Tingkatan adalah Salah Satu dari 5 Penyebab Kekalahan DPP
Perdana Menteri William Lai

(Taiwan, ROC) -- Perdana Menteri William Lai tanggal 7 Desember melaporkan hasil penijauan setelah kekalahan pemilu, ia mengemukakan 5 penyebab kekalahan kali ini.
 

Perdana Menteri William Lai menyampaikan, yang paling diharapkan rakyat adalah perbaikan ekonomi tetapi ekonomi bukanlah satu-satunya harapan rakyat, yang paling diharapkan adalah pemerintah dapat menjaga perekonomian dengan baik baru dapat dengan tenang mengapai target dan nilai lainnya. PM Lai menyampaikan, 2 tahun terakhir pemerintah tidak memuaskan kebutuhan yang paling diperlukan oleh rakyat, kurangnya tata kelola termasuk ketidakmampuan memahami kesulitan kehidupan rakyat ; kebijakan yang kurang komprehensif ; pelaksanaan reformasi yang menimbulkan kontroversi dan ketidakpuasan besar ; kurangnya respon efektif terhadap informasi yang tidak benar dan perlu ditingkatkannya interaksi legislatif.

Perdana Menteri William Lai menyampaikan, beberapa tahun terakhir ini angka perekonomian cukup gemilang, tetapi sebagian industri mendapatkan kesulitan transformasi, masyarakat pada tingkatan dasar tidak dapat merasakan hasil pertumbuhan ekonomi, dan pemerintah tidak menyadari hal ini. selain itu hantaman pemasaran produk pertanian dan turun drastisnya peluang bagi industri pariwisata yang juga membuat masyarakat tidak puas.

PM William Lai mengatakan, ”Hantaman bagi pemasaran produk pertanian yang meskipun ini merupakan masalah yang sudah ada sejak lama, sedangkan langkah gagal dari pemerintahan sebelumnya tidak saja tidak dilakukan, kurang memadainya penguasaan informasi, tidak segera memperhatikan hak kaum nelayan dan petani. Dalam 2 tahun terakhir ini sepak terjang Daratan Tiongkok yang mengurangi jumlah wisatawannya datang ke Taiwan membuat berkurang drastisnya peluang bagi industri pariwisata di kota dan kabupaten. Meskipun sumber wisatawan baru seperti wisatawan dari negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan menutupi kekurangan ini tetapi kebanyakan dari mereka hanya berwisata ke daerah utara dan tengah sehingga pengaruh untuk daerah selatan dan timur sangatlah besar.”   
 

PM Lai mengemukakan, kekurangan lainnya seperti revisi peraturan satu hari libur satu hari istirahat, kurangnya pemikiran atas keseimbangan antara tenaga kerja dan modal ; tidak memadainya pengendalian pencemaran udara dari pengembangan energy, tidak cukupnya komunikasi untuk penukaran kendaraan lama dengan yang baru serta perencanaan layanan pelaksanaan pemilu kali ini yang menimbulkan keluhan rakyat.

William Lai membeberkan, setelah mengambil alih pemerintahan DPP mempromosikan pelaksanaan reformasi, transformasi dan hukum, meskipun upaya keras mendapat dukungan dari rakyat tetapi kebanyakan dari penduduk tidak memahami konten sehingga menimbulkan banyak kesalahpahaman terlebih adanya hantaman hoax yang semakin berdampak negative. Mengenai target tahun 2025 menjadi negara bebas nuklir, meskipun pemerintah memiliki keyakinan bisa mencapai target tersebut tetapi masyarakat lebih konservatif ditambah lagi dengan kontroversi pembangunan PLTA ShenAou dan KwunTong yang semakin membuat masyakarat kehilangan kepercayaan terhadap kestabilan penyuplaian listrik.
 

PM Lai juga menyampaikan sampai waktunya nanti ia pasti akan bersikeras melepaskan jabatannya sebagai pemimpin kabinet, tidak akan menyia-nyiakan peninjauan, “asalkan saya pergi mungkin presiden baru memiliki kesempatan membuat terobosan baru”
 

Terkait hal ini, Istana presiden dalam pres rilis yang dikeluarkan menyampaikan, selama masa ini Presiden Tsai Ing-wen dan PM William Lai terus melakukan negosiasi dan komunikasi, keduanya saling bertukar pandangan dan saling memahami satu sama lain, dalam penyesuaian arahan pemerintahan, tim yang akan datang akan mengikuti ritme dan consensus.
 

Istana Presiden mengemukakan, presiden dan PM Lai beranggapan, masa sekarang ini merupakan tanggung jawab mereka berdua untuk melakukan peninjauan dan instrospeksi serta melakukan penataan ulang untuk tahap berikutnya, semua ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan nasional di masa depan.

Komentar

Terbarumore