History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penurunan Harga Untuk Sumber Energi Terbarukan, Produsen Kritik Industri PV Taiwan Akan Hancur

  • 04 December, 2018
  • 尤繼富
Penurunan Harga Untuk Sumber Energi Terbarukan, Produsen Kritik Industri PV Taiwan Akan Hancur
Penurunan Harga Untuk Sumber Energi Terbarukan, Produsen Kritik Industri PV Taiwan Akan Hancur

(Taiwan, ROC) Kementerian Perekonomian melaporkan, harga pembelian energi terbarukan akan diturunkan, untuk tenaga angin di lepas pantai skala penurunan 12,71%, tenaga surya dengan skala penurunan 12,15%. Industri tenaga surya dalam negeri pada hari Selasa ini (4/12) membuka konferensi pers menyampaikan, modal biaya untuk Taiwan paling tinggi di dunia, kebijakan Kemenko demikian sangat tidak rasional dan tidak dapat diterima, dikuatirkan akan menyebabkan program yang sedang berjalan gagal, menghimbau agar skala penurunan tingkat pengadaan tidak lebih dari standar internasional 4,25%.

Kemenko mengumumkan untuk harga pembelian energi terbarukan 2019 akan mengalami penurunan, untuk tenaga angin lepas pantai setiap satuan dari nilai 5,8488 NT$ menjadi 5,1060 NT$ menurun 12,71%; tenaga surya untuk ground–mounted PV Systems dari harga 4,2943 NT$ menjadi 3,7728 NT$, skala penurunan yang sangat signifikan mencapai 12,15%, hal ini membuat produsen industri tenaga terbarukan merasa kewalahan.

Chairman TSEC Liaw Guo-rung(廖國榮) mengemukakan, pemerintah mendukung perkembangan sumber energi terbarukan, terlebih dahulu akan membuka harga tetap untuk membeli listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan. Harga pembelian yang telah ditawarkan dijadikan sebagai indikator bagi produsen untuk menerima proyek ini atau tidak, akan tetapi kini pemerintah mengumumkan harga lebih rendah, ada kemungkinan menyebabkan proyek tenaga surya ground–mounted PV Systems akan dibatalkan. Liaw Guo-rung mengatakan, “Jika harga beli diturunkan hingga melebihi dari 10%, apa yang kami rasakan adalah sangat tidak terima, tidak bisa memahami, jika demikian maka hanya disia-siakan saja, perkembangan industri Fotovoltaik(PV) Taiwan akan hancur.

Ketua Pengurus Asosiasi Industri Surya Fotovoltaik (PGVSA) Guo Xuan-fu (郭軒甫) mengemukakan, lingkungan dan kondisi Taiwan sangat unik, seperti adanya kerusakan akibat garam, badai topan, gempa dan tanah longsor dan lain-lain, modal untuk pengembangan industri ini memerlukan sewa lahan, biaya komisi untuk pemerintah daerah setempat, biaya perlindungan lingkungan, semua angka biaya ini mencatat nilai tertinggi di dunia, maka menghimbau kepada pemerintah untuk tidak menurunkan harga kurang dari standar internasional, atau penurunan tidak lebih dari 4,25%.

Komentar

Terbarumore