(Taiwan, ROC) - Perdana Menteri William Lai Ching-te (賴清德) memerintahkan diteruskannya upaya melalui organisasi internasional seperti Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), khususnya perundingan CPTPP putaran kedua.
Hal tersebut diungkapkan Lai saat memimpin rapat Yuan Eksekutif, Kamis, 22 November, usai mendengarkan laporan dari pejabat-pejabat Kementrian Luar Negeri (MOFA), Kementrian Ekonomi (MoE) dan Dewan Perkembangan Nasional (NDC) yang menghadiri konferensi APEC yang baru saja berakhir di Papua Nugini.
Lai menegaskan, pembentukan CPTPP telah memasuki tahap pengesahan dengan dipastikannya keanggotaan bagi enam negara, dan Taiwan harus dengan jelas menyampaikan keinginan partisipasi melalui berbagai saluran.
Perihal isu ini, Menteri Non-Portofolio merangkap Ketua Kantor Negosiasi Perdagangan (OTN) John Deng Chen-chung (鄧振中) yang baru saja menghadiri Konferensi Tingkat Menteri APEC mengemukakan, Taiwan berharap bisa menjadi anggota kelompok dua CPTPP yang diperkirakan mulai berlaku sebelum akhir tahun, dan telah menyampaikan keinginan tersebut dalam rangka konferensi tahunan APEC di Papua Nugini kali ini.
John Deng mengatakan, “Mereka berusaha agar CPTPP bisa mulai berlaku pada bulan Desember agar tahap pertama pengurangan perpajakan bisa dilaksanakan tahun ini, dan tahun depan akan memasuki tahap kedua. Inilah mengapa setiap pihak berharap bisa dipercepat. Saya rasa informasi yang kami terima seharusnya tepat. Mereka ingin lebih cepat memberlakukannya, kemudian mendiskusikan prosedur penerimaan anggota baru, jadi prosedur ini sampai sekarang belum diketahui.”
Deng juga yakin bahwa lembaga pertanian Taiwan sudah siap untuk menyesuaikan diri dengan keanggotaan CPTPP. Industri pertanian Taiwan sudah siap, tutur Deng, yang sisa hanya perundingan untuk produk individu.