(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan pemilu paruh waktu yang kini digelar di Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Joseph Wu pada hari Rabu pagi tanggal 7 November saat diinterpelasi di Yuan Legislatif menyampaikan bahwa meskipun hasil akhir pemilu paruh waktu tersebut belum dapat dipastikan, namun hingga saat ini pemilu paruh waktu yang diselenggarakan di Amerika Serikat tidak akan memberikan dampak pengaruh kepada Taiwan, dan setiap pergerakkan yang terjadi selama masa pemilu masih berada dalam konteks seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Perwakilan yang ditempatkan di Amerika juga terus melakukan pemantauan jalannya pemilu paruh waktu tersebut, termasuk informasi yang terbaru yang didapatkan.
Joseph Wu mengatakan, “Hingga saat ini, seperti yang kami amati, masih sesuai dengan apa yang kami prediksi, termasuk dampak pengaruh bagi kita. Semua hal yang ada tidak perlu dikhawatirkan, dan kami masih terus memperbarui informasi yang ada.”
Selain itu, ada pihak media yang menanyakan perihal pemilu 9 in 1 di Taiwan, apakah akan memberikan dampak dalam hubungan diplomatik dengan negara sahabat. Joseph Wu menjelaskan bahwa pemerintah akan tetap berupaya semaksimalnya dalam menjalin hubungan diplomatik.
Joseph Wu mengatakan, “Berkenaan dengan masalah hubungan diplomatik dengan negara sahabat, pihak Daratan Tiongkok selalu senantiasa melakukan berbagai aksi dan tindakan untuk memberikan pengaruh terhadap hubungan diplomatik yang kita miliki. Kami juga terus melakukan pengamatan secara mendetail, dan berharap dapat melewati masa-masa yang tidak baik, dan berkenaan dengan hubungan diplomatik yang ada, kami akan berupaya semaksimalnya untuk terus menjaganya.”
Komisi Hubungan Luar Negeri Yuan Legislatif secara khusus mengundang Menteri Luar Negeri Joseph Wu untuk memberikan laporan berkenaan dengan pergerakkan aksi militer yang dilakukan oleh pihak Amerika dan Daratan Tiongkok di seputar perairan laut Taiwan, dan dampak pengaruh yang tercipta terhadap hubungan antara Amerika, Taiwan dan Daratan Tiongkok. Beberapa waktu terakhir ini, seiring dengan perang dagang yang tengah terjadi dan aksi militer yang dilakukan oleh pihak Amerika, maka sedikit banyak tentu akan membawa dampak pengaruh terhadap pertahanan dan keamanan Taiwan sendiri, serta juga akan menjadi fokus perhatian pihak Daratan Tiongkok, dimana selanjutnya akan menggunakan taktik pemberian tekanan dalam hubungan diplomatik yang terjalin antara Taiwan dengan negara-negara sahabat.