(Taiwan/ROC) --- Amerika Serikat memberlakukan sanksi ekonomi pada Iran tetapi Taiwan dan 8 negara lainnya mendapat pengecualian, bisa terus membeli minyak dari Iran, pejabat Kementerian Ekonomi tanggal 5 November menyampaikan, Taiwan dimasukkan dalam daftar pengecualian berarti upaya kita selamaini memberikan hasil.
Pejabat membocorkan, Taiwan sedikit demi sedikit mengurangi impor minyak dari Iran tetapi pihaknya akan terus berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat, berharap pihak Amerika Serikat dapat mengertinya, Taiwan yang dapat dikatakan hampir seluruhnya mengandalkan impor sumber energi, untuk mencari penganti sumber energi yang diperlukan memerlukan waktu yang banyak, kali ini akhirnya Amerika Serikat memasukkan Taiwan dalam daftar pengecualian yang berarti upaya keras merespon dan memberikan penjelasan telah membuahkan hasil.
Pejabat tersebut juga mengatakan, daftar pengecualian kali ini hanya berlaku untuk 6 bulan, untuk menghindar agar pihak Amerika Serikat tidak beranggapan melanggar dalam hal finansial dan ekonomi sehingga dimasukkan dalam daftar hitam atau di blokir, maka dikedepannya akan menyesuaikan dengan pihak Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael Pompeo tanggal 5 November menyampaikan, Gedung Putih memasukkan 8 negara yaitu Taiwan, Daratan Tiongkok, India, Yunani, Italia, Jepang, Turki dan Korea Selatan ke dalam daftar pengecualian untuk sementara bisa tetap membeli bahan bakar minyak pada Iran ; Menteri Keuangan, Steven Mnuching mengemukakan, gelombang sanksi Amerika Serikat kali ini dikenakan pada 50 bank dan cabangnya di Iran, 200 lebih orang dan industri kapal pelayaran dan 65 pesawat dari perusahaan penerbangan Iran.
Konsultan Gedung Putih, John Bolton mengemukakan, sanksi Amerika Serikat terhadap Iran akan “sangat ketat”, pengecualian ini hanya permanen, “bukannya tidak mungkin”Amerika Serikat akan sekuat tenaga menekan Iran dengan target agar ekspor sumber energi Iran menjadi “nol”, pihak Amerika Serikat juga bekerja sama dengan negara lainnya agar negara-negara tersebut mencari alternatif lain selain mengimpor minyak dari Iran.