(Taiwan/ROC) --- Kebijakan ke Timur (Act East) yang dipromosikan Perdana Menteri India menjadi pembicaraan hangat, di kala kunjungan Narendra Modi ke Jepang. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diketahui mengundang Narendra Modi untuk berkunjung ke vila pribadinya. Hal ini memperlihatkan bahwa Jepang juga tengah memprioritaskan hubungan dengan India. Dalam Strategi Indo-Pasifik, kedua negara memperdalam kerja sama di bidang keamanan dan hubungan ekonomi perdagangan.
Guna menghadapi tren dalam situasi regional, Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada Senin (29/10) mengemukakan India merupakan salah satu negara sasaran Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Pemerintah akan terus berupaya untuk memperkuat hubungan bilateral antar keduanya. India sendiri juga memiliki reaksi positif terkait kerja sama denganRepublik Tiongkok.
MOFA melanjutkan peran India di Taiwan kini semakin terlihat jelas, misal dengan kunjungan pemenang Nobel Perdamaian asal India Kailash Satyarthi ke Taiwan. Hal ini merupakan contoh nyata akan semakin eratnya hubungan yang terjalin.
Ketua Divisi Asia Pasifik MOFA Chang Chun-yu (張均宇) mengatakan, “Saya berharap India dan Taiwan dapat meningkatkan kerja sama. Baik di bawah Kebijakan Baru ke Arah Selatan maupun di bawahjaringan Strategi Asia Pasifik. Baik India maupun Jepang, mereka telah mengajukan usulan kerja sama masing-masing. Kami berharap melalui Kebijakan Baru ke Arah Selatan, dapat berinteraksi dan menjalin hubungan kerja sama”.
MOFA menambahkan India memiliki potensi pasar yang besar. MOFA juga telah memiliki kantor perwakilan mereka di New Delhi dan Chennai. Selain itu TAITRA juga membangun kantor perwakilannya di Mumbai dan Kolkata. Di bawah Kebijakan Baru ke Arah Selatan, kantor-kantor perwakilan ini tentu dapat memperkuat hubungan kerja sama antar Taiwan dengan India, baik dalam sektor ekonomi perdagangan maupun investasi.