(Taiwan, ROC) - Kurikulum dengan tambahan Pelajaran Bahasa Migran Baru dalam Wajib Belajar 12 tahun yang diperkirakan akan berlaku untuk tahun ajaran 2019. Kementerian Pendidikan tanggal 27 Oktober mengemukakan, saat ini sudah membina 2.081 orang tenaga pengajar dengan demikian perkiraan tenaga pengajar sudah mencukupi.
Kurikulum wajib belajar 12 tahun dengan memasukkan Bahasa Migran baru untuk jenjang Pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, seperti murid SD harus memilih salah satu pelajaran pelatihan bahasa suku penduduk asli dan bahasa migran baru yang mana akan diajarkan satu jam pelajaran setiap minggunya. Sedangkan untuk SMP pelajaran ini merupakan mata pelajaran tambahan dengan jadwal kelas fleksibel.
Demi menghormati pilihan dari para murid, kementerian Pendidikan menetapkan asalkan ada siswa yang memilih pelajaran tambahan bahasa ini maka sekolah tersebut harus membuka kelas tetapi dapat juga dengan cara penayangan langsung jarak jauh antar sekolah dan lainnya.
Kementerian Pendidikan pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober menyelenggarakan rapat bersama dengan rektor universitas, Ketua Divisi Pendidikan Tenaga Pengajar dan Pendidikan Seni, Liu Feng-yun mengemukakan, saat ini telah membina 2.081 tenaga pengajar bahasa Migran Baru, untuk tahun ajaran 2019 yang merupakan tahun pertama peraturan baru ini, diperkirakan tenaga pengajar untuk tingkatan SD sudah mencukupi, untuk tahun-tahun berikutnya mungkin permintaan tenaga guru akan bertambah.