(Taiwan, ROC) - Hubungan Taiwan-Jepang tidak akan terpengaruh oleh kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Daratan Tiongkok maupun pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung antara Abe dan Presiden RRT Xi Jinping.
Demikian ditegaskan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang Hsieh Po-hui (謝柏輝) ketika membicarakan rencana kunjungan Abe ke Beijing Kamis, 25 Oktober, serta agenda pembicaraannya dengan Xi atas dua isu utama, yaitu keamanan politik dan perkembangan finansial.
Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang adalah lembaga di bawah Kementrian Luar Negeri yang berfungsi sebagai perwakilan Taiwan di Jepang tanpa adanya hubungan diplomatik.
Hsieh mengemukakan, dalam bidang keamanan politik, Abe diperkirakan akan secara pribadi mengundang Xi untuk menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, Juni 2019; menandatangani perjanjian pencarian dan pertolongan darurat di atas laut; dan mendiskusikan isu-isu seperti denuklirisasi Korea Utara tanpa syarat dan kerja sama pengembangan minyak di Laut Tiongkok Timur.
Dalam bidang perkembangan finansial, lanjut Hsieh, Jepang dan Daratan Tiongkok diperkirakan akan membuka kembali pertemuan untuk membicarakan perjanjian pertukaran moneter, mendirikan mekanisme dialok ekonomi antar pejabat tingkat menteri, dan membahas kemungkinan diperkecil atau dicabutnya larangan impor produk makanan Jepang ke Daratan Tiongkok.
Mengenai hubungan Taiwan dan Jepang, Hsieh menegaskan, tidak akan terpengaruh oleh perkembangan hubungan Taiwan dan Daratan Tiongkok.
Hsieh Po-hui mengatakan, “Kami sangat gembira melihat diperbaikinya hubungan Jepang dan Daratan Tiongkok, karena ini sangat membantu bagi perkembangan perdamaian dan kestabilan regional. Jepang telah berkali-kali menegaskan, perbaikan hubungan dengan Daratan Tiongkok tidak akan memengaruhi hubungan dengan Taiwan yang akan terus dikembangkan dan diutamakan.”
Menurut Hsieh, pihak Jepang telah menyampaikan briefing pada Taiwan sebelum diadakannya kunjungan Abe ke Daratan Tiongkok, dan usai perjalananan akan melaporkan perkembangan terbaru kepada representatif Taiwan di Jepang.