History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan, Indonesia mempertimbangkan dua lokasi untuk bekerja sama membangun pabrik nafta

  • 18 October, 2018
  • Editor
Taiwan, Indonesia mempertimbangkan dua lokasi untuk bekerja sama membangun pabrik nafta

(Taiwan, ROC) - Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada pekan lalu untuk membangun suatu pabrik nafta (naphtha cracker) di Indonesia, Taiwan dan Indonesia dilaporkan sedang mempertimbangkan dua lokasi untuk mendirikan fasilitas tersebut.

Menurut suatu sumber dari induk badan usaha milik negara (BUMN) sektor migas Indonesia yakni PT Pertamina, pabrik nafta tersebut mungkin dibangun di Tuban di pantai utara Pulau Jawa sekitar 100 kilometer barat dari Surabaya, atau di Balongan di Jawa barat.

Tai Chein (戴謙), chairman perusahaan minyak CPC Taiwan yang bekerja sama dengan Pertamina dalam proyek NT$200 milyar itu, mengungapkan bahwa kedua pihak sedang mengkaji lokasi paling sesuai untuk membangun naphtha cracker tersebut dan proyek investasi lebih komprehensif diperkirakan diajukan pada paruh tahun pertama 2019.

CPC dan Pertamina masing-masing diperkirakan akan memegang 45% saham untuk proyek tersebut, sementara perusahaan hilir petrokimia dari Taiwan dan negara lain akan memegang 10% saham tersisa.

Menteri BUMN Indonesia Rini Soemarno mengemukakan, pabrik nafta yang diperkirakan memroduksi 1 juta ton metrik ethylene per tahun itu, akan membantu Indonesia menghemat pengeluaran impor sebesar US$2,4 milyar per tahun.

Sementara kepala eksekutif Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Indonesia berharap naphtha cracker kerja sama dengan Taiwan itu bisa mulai beroperasi pada 2026, membantu meningkatkan nilai tambahan bagi derivatif yang diproduksi Pertamina.

Komentar

Terbarumore