History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hsu Kuo-yung: Akan Menekan Imbas Pemberian Suara Kepolisian Seminimal Mungkin Terkait Hari Libur Saat Pemilu

  • 17 October, 2018
  • Editor
Hsu Kuo-yung: Akan Menekan Imbas Pemberian Suara Kepolisian Seminimal Mungkin Terkait Hari Libur Saat Pemilu
Hsu Kuo-yung: Akan Menekan Imbas Pemberian Suara Kepolisian Seminimal Mungkin Terkait Hari Libur Saat Pemilu

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan adanya kritik yang disampaikan oleh pakar ahli terkait pemberian hari libur bagi para anggota kepolisian saat diberlangsungkannya pemilu, akan mempengaruhi hak sipil yang ada. Untuk itu Menteri Dalam Negeri Hsu Kuo-yung pada hari Rabu tanggal 17 Oktober menyampaikan bahwa pihak Kementrian Dalam Negeri atau MOI telah memprogramkan adanya bantuan dari pihak kepolisian yang bertugas di dalam lapangan untuk dapat ke luar lapangan, sehingga petugas kepolisian yang biasanya bertugas di luar lapangan bisa menggunakan waktu senggangnya untuk memberikan suara pada saat pemilu. Tentu saja hal ini masih akan tetap ada pihak yang mengalami dampak pengaruh, namun pihak MOI akan berupaya semaksimalnya untuk menekan imbas pengaruh serendah-rendahnya. Kepala Agensi Kepolisian Nasional atau NPA Chen Chia-chin menjelaskan akan tetap merujuk kepada peraturan pemberian upah lembur dan cuti istirahat, dan tidak akan merugikan para anggota kepolisian.

        Karena pemilu yang akan digelar pada akhir tahun ini, maka NPA memprogramkan pada hari pemberian suara, maka anggota kepolisian yang bertugas di dalam lapangan harus memberikan bantuan kepada petugas kepolisian luar lapangan, dan menetapkan hari tersebut sebagai hari libur total. Mantan Dosen di Universitas Kepolisian Ye Yu-lan mengritik program tersebut, karena telah memengaruhi hak sipil yang dimiliki oleh pada petugas kepolisian.

        Untuk itu, Menteri Dalam Negeri Hsu Kuo-yung saat diinterpelasi oleh Komisi Urusan Dalam Negeri di Yuan Legislatif pada hari Rabu tanggal 17 Oktober menjelaskan bahwa kondisi pemilu kali ini tidak sama dengan yang sebelumnya, dimana banyak referendum yang akan diikutsertakan dalam pemilu tersebut. Jika anggota petugas kepolisian sedari awal telah harus mengawali jalannya pemilu, beban pekerjaan pasti akan bertambah besar, oleh sebab itu pihak MOI mengusung adanya pemberian bantuan dari petugas dalam ruangan kepada petugas luar lapangan, dengan demikian maka mereka yang bertugas di luar lapangan bisa memiliki waktu untuk turut serta dalam ajang pesta demokrasi tersebut. Pihak NPA sebelumnya juga sempat menggunakan langkah yang hampir serupa, dengan menekan imbas pengaruh serendah mungkin.

        Hsu Kuo-yung mengatakan, “Oleh sebab itu kami akan mengusung program pemberian bantuan dari petugas dalam ruangan kepada petugas luar lapangan. Maka petugas yang berada di luar dapat turut serta memberikan suaranya, kemudian baru kembali kepada instansinya. Ini sebelumnya juga pernah dilakukan, dan sebenarnya memang masih tetap akan ada orang yang menghadapi imbas pengaruhnya, ini tidak dapat dihindari. Meski demikian, kami akan berupaya semaksimalnya untuk menekan imbas pengaruh serendah mungkin.”

        Hsu Kuo-yung menjelaskan jika sebelumnya persentase pemberian suara dari aparat petugas kepolisian hanya mencapai 11% saja. Berkenaan dengan masalah bagaimana untuk pengaturan hari libur istirahat, maka pihak NPA akan berupaya untuk melakukan pemetaan kembali.

Komentar

Terbarumore