(Taiwan/ROC) --- Daratan Tiongkok diketahui terus melancarkan serangan dan berimbas pada peluang Taiwan untuk berkontribusi dalam Dunia Internasional. Anggota legislator New Power Party (NPP) Hsu Yung-ming (徐永明) mengajukan pertanyaan kepada Perdana Menteri William Lai, mengemukakan bahwa warga yang memegang paspor Taiwan akan mendapat penolakan saat ingin mengikuti organisasi PBB. Bahkan untuk pemegang buku Izin Masuk Warga Taiwan pun mendapatkan perlakukan yang sama.
Hsu Yung-ming lebih lanjut mengutarakan kekhawatirannya, ia merasa bahwa Daratan Tiongkok yang baru saja meluncurkan Kartu Izin Tinggal bagi warga Hongkong, Macau dan Taiwan, secara terencana ingin mempromosikannya kepada masyarakat dunia. Dengan kata lain, Kartu Izin Tinggal baru ini akan menggantikan Buku Izin Masuk Warga Taiwan.
Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chen Ming-tong (陳明通) mengemukakan bahwa amandemen untuk Kartu Izin Tinggal ini sangatlah luas. Jika dilihat dari keefektifan dan kenyamanan, MAC tentu akan mentolerir. Namun demikian, Taiwan juga harus mengambil tindakan waspada terhadap unsur politik yang ingin dilancarkan oleh Daratan Tiongkok.
Chen Ming-tong mengatakan, “Ini merupakan kasus baru, bagaimana kami akan meningkatkan langkah pencegahan. Jadi kita harus mengerti akan niat mereka, ada kemungkinan di balik penerapan Kartu Izin Tinggal ini, masih tersimpan banyak hal”.
Hsu Yung-ming mempertanyakan kepada MAC, terkait akan perkembangan revisi undang undang. Chen Ming-tong mengemukakan dapat segera mengajukannya dalam rapat periode ini. Perdana Menteri William Lai juga berharap bahwa RUU dapat dikirim ke Kongres Nasional untuk dipertimbangkan.