(Taiwan, ROC) - Kanker kembali menduduki peringkat pertama di antara sepuluh penyebab kematian teratas di Taiwan, posisi yang telah didudukinya sepanjang 43 tahun berturut-turut, sementara bunuh diri sekali lagi masuk ke dalam sepuluh penyebab kematian teratas dan menduduki peringkat kesepuluh, demikian berdasarkan laporan Statistik Kematian Nasional 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) pada hari Senin.
Menurut laporan, jumlah total kematian tahun lalu adalah 201.383, turun 4.192 (-2,0%) dari tahun sebelumnya. Usia rata-rata kematian adalah 77 tahun, sama dengan tahun sebelumnya; angka kematian (jumlah kematian dibagi dengan populasi pertengahan tahun) adalah 860,2 per 100.000 orang, turun 2,3%; dan angka kematian standar setelah disesuaikan dengan ukuran populasi dan struktur usia adalah 410,3 per 100.000 orang, turun 4,5%.
Laporan MOHW menunjukkan, dari sepuluh penyebab kematian utama, yang menduduki posisi teratas adalah tumor ganas (kanker), yang telah menjadi sepuluh penyebab kematian teratas selama 43 tahun berturut-turut, merenggut total 54.032 jiwa tahun lalu, meningkat 906 orang dari tahun sebelumnya, yang merupakan 26,8% dari total jumlah kematian. Di antara penyebab kematian akibat kanker, kanker paru-paru, kanker hati, dan kanker kolorektal telah berada pada tiga posisi teratas selama 21 tahun berturut-turut.
MOHW juga menemukan, penyakit jantung berada di peringkat kedua, pneumonia berada di peringkat ketiga, diikuti oleh penyakit serebrovaskular, diabetes, penyakit hipertensi, cedera akibat kecelakaan, penyakit saluran pernapasan bawah kronis, sindrom nefropati nefritis, dan penyakit ginjal.
Perlu dicatat bahwa tindakan menyakiti diri sendiri dengan sengaja (bunuh diri) kembali masuk ke dalam daftar setelah 14 tahun, menempati peringkat kesepuluh dengan 4.062 kematian, meningkat 164 atau 5% dari tahun sebelumnya. Di antaranya, kecuali penurunan jumlah kematian akibat bunuh diri di antara usia 0 hingga 14 tahun dan di atas 65 tahun, jumlah kematian akibat bunuh diri telah meningkat di antara kelompok usia muda dan setengah baya berusia 15 hingga 64 tahun.
Penjabat Direktur Departemen Kesehatan Mental MOHW Cheng Shu-hsin (鄭淑心) menganalisis, penyebab bunuh diri di kalangan remaja terkait dengan penggunaan internet, sedangkan penyebab bunuh diri di antara generasi muda dan kelompok usia setengah baya perlu dibandingkan lebih lanjut dengan data pemberitahuan bunuh diri untuk analisis yang lebih rinci.
MOHW juga akan terus mempromosikan "Program Dukungan Kesehatan Mental untuk Generasi Muda dan Setengah Baya". Cheng Shu-hsin mengatakan, "Khusus untuk faktor risiko bunuh diri pada remaja, kami telah melakukan beberapa analisis. Masalah utamanya adalah penggunaan internet, perceraian orang tua, dan gangguan tidur. Masalah-masalah ini sebenarnya adalah alasan yang dapat menyebabkan peningkatan risiko bunuh diri. Tentu saja, kami akan terus memperkuat strategi pencegahan bunuh diri berdasarkan temuan penelitian."
Sementara itu, COVID-19 yang masuk ke dalam peringkat sepuluh besar dua kali pada tahun 2022 dan 2023, masing-masing menempati peringkat ketiga dan keenam, telah turun ke peringkat ke-14 pada tahun 2024.