(Taiwan, ROC) -- Sebuah selfie sekeluarga yang penuh senyuman menjadi salah satu gambar paling memilukan dari kecelakaan pesawat Air India. Dalam foto tersebut, pasutri bersama tiga anak mereka yang masih kecil tengah bersiap memulai lembaran baru di London. Namun, kurang dari satu menit setelah lepas landas, pesawat yang ditumpangi mereka meledak dan berubah menjadi bola api, merenggut nyawa kelima anggota keluarga tersebut.
Menurut pemberitaan NDTV, kecelakaan tragis ini terjadi pada Kamis (12/6) siang waktu setempat. Saat itu, pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI171 lepas landas dari Bandara Ahmedabad di India menuju London, mengangkut total 242 orang, termasuk 230 penumpang, 10 awak kabin, dan 2 pilot. Namun tak disangka, hanya 32 detik setelah mengudara, pesawat tersebut tiba-tiba kehilangan daya angkat, jatuh dengan cepat, lalu meledak. Menjadikannya sebagai kecelakaan fatal pertama dalam sejarah pesawat Boeing 787-8 Dreamliner.
Salah satu keluarga korban berasal dari negara bagian Rajasthan, yaitu Komi Vyas dan suaminya Prateek Joshi, yang keduanya adalah dokter. Saat itu, mereka tengah membawa anak-anak mereka, yakni si kembar laki-laki berusia 5 tahun, Nakul dan Pradyut, serta putri sulung mereka Miraya yang berusia 8 tahun untuk memulai kehidupan baru di London.
Dalam foto tersebut, pasutri tampak duduk di satu sisi pesawat, tersenyum ke arah kamera. Kemudian di seberangnya, yakni ketiga anak mereka yang masih kecil menunjukkan ekspresi polos dan penuh harapan, seolah tak sabar menyambut kehidupan baru yang akan dimulai.
Rekan kerja Komi Vyas menyampaikan bahwa dirinya sebelumnya bekerja di RS Pacific di Udaipur, tetapi baru-baru ini mengundurkan diri untuk pindah ke London dan bergabung kembali dengan suaminya. Prateek Joshi sendiri telah lebih dulu menetap di Inggris, dan kali ini secara khusus kembali ke kampung halamannya untuk menjemput instri dan anak-anak tercintanya menuju lembaran baru bersama di Inggris.
Keluarga dan kerabatnya mengungkapkan bahwa ayah Joshi adalah seorang dokter radiologi ternama di daerah mereka, sementara ayah Vyas pernah bekerja di dinas pekerjaan umum. Pasutri ini telah menikah selama 10 tahun.
Sejak beredarnya foto selfie tersebut, media sosial dipenuhi unggahan dengan duka cita dan pesan belasungkawa. Potret itu dianggap sebagai salah satu momen paling mengharukan dari tragedi ini.
Menurut para ahli penerbangan, dari rekaman video yang beredar, tampaknya pesawat gagal memperoleh daya angkat yang cukup setelah lepas landas. Mantan pilot, Kapten Saurabh Bhatnagar, menjelaskan, “Proses lepas landas berjalan normal, tetapi pesawat mulai jatuh sebelum sempat menarik roda pendarat. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kegagalan mesin atau ketidakmampuan menghasilkan daya angkat. Penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.”