(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini, pesawat Air India Boeing 787-8, penerbangan AI171, jatuh tak lama setelah lepas landas dengan 242 orang di dalamnya dan hanya 1 orang yang selamat. Hal ini membuat banyak penumpang bertanya-tanya kursi mana yang paling aman di pesawat?
Menanggapi pertanyaan di atas, pakar keselamatan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat sendiri adalah salah satu moda transportasi paling aman, tetapi posisi kursi memang dapat mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup dalam kecelakaan.
Menurut laporan media asing, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Air Transport Management tahun 2024 menunjukkan bahwa kemungkinan kecelakaan fatal dalam setiap perjalanan penerbangan komersial di Amerika Serikat hanya 1/13,7 juta.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) juga mencatat bahwa tingkat keselamatan penumpang dalam kecelakaan pesawat komersial AS antara 2001 hingga 2017 mencapai 94%.
Meskipun saat ini belum ada penelitian ilmiah yang jelas membuktikan di mana kursi paling aman di pesawat, tetapi berdasarkan pengalaman kecelakaan sebelumnya dan struktur desain pesawat, beberapa ahli memberikan analisis bahwa ini sepenuhnya tergantung pada dinamika saat kecelakaan terjadi.
Baru-baru ini, pesawat Air India Boeing 787-8, penerbangan AI171, jatuh tak lama setelah lepas landas dengan 242 orang di dalamnya dan hanya 1 orang yang selamat. 圖: REUTERS
Peneliti keselamatan penerbangan dari University of North Dakota, Daniel Kwasi Adjekum menyatakan, jika pesawat mengalami benturan keras dan kerusakan parah pada badan pesawat, peluang bertahan hidup tentu menurun drastis.
Namun untuk kecelakaan dengan energi lebih rendah seperti kehilangan kendali saat mendarat atau tergelincir dari landasan, posisi kursi menjadi sangat penting.
Daniel Kwasi Adjekum menjelaskan, tabrakan pesawat dengan tanah dapat menyebabkan badan pesawat patah, dengan sebagian besar gaya benturan terkonsentrasi di bagian depan, menyebabkan kerusakan lebih parah di bagian tersebut.
Menurut analisis majalah TIME tahun 2015 terhadap data FAA, tingkat kematian terendah ada di sepertiga bagian belakang pesawat, sehingga dianggap sebagai area kursi yang relatif aman.
Wakil Profesor dari Aviation School University of New South Wales, Wu Zheng-long (吳政隆) menambahkan, kursi di dekat sayap juga memiliki keunggulan tertentu karena struktur sayap dirancang lebih kuat untuk menahan benturan. Selain itu, kursi-kursi ini biasanya dekat dengan pintu darurat, memudahkan penumpang untuk mengevakuasi kabin setelah kecelakaan.
Namun, jika duduk di baris pintu darurat, penumpang harus membantu evakuasi orang lain.
Tangki bahan bakar juga biasanya terletak di bawah bagian tengah pesawat. Meskipun pesawat biasanya akan mengosongkan bahan bakar sebelum mendarat, tetapi sisa bahan bakar masih dapat menimbulkan risiko kebakaran, sehingga kecepatan evakuasi menjadi sangat krusial.
"Evakuasi dalam 90 detik adalah kunci untuk bertahan hidup," ujar Daniel Kwasi Adjekum. Dia juga mengimbau penumpang untuk tidak mengambil foto atau mencoba membawa bagasi saat terjadi kecelakaan, karena ini dapat menunda proses evakuasi.

Kursi di dekat sayap juga memiliki keunggulan tertentu karena struktur sayap dirancang lebih kuat untuk menahan benturan. 圖:shutterstock
Selain itu, para pakar juga sepakat terhadap pentingnya mematuhi instruksi awak pesawat. Desain pesawat modern telah meminimalkan risiko, misalnya dengan komponen yang dapat terlepas untuk melindungi kabin, struktur kursi yang diperkuat, dan sabuk pengaman yang dirancang dengan baik, yang semuanya dapat melindungi penumpang secara efektif.
"Mengetahui di mana kursi Anda berada dan berapa baris jaraknya ke pintu darurat terdekat adalah persiapan paling dasar yang bisa Anda lakukan," ujar Daniel Kwasi Adjekum.
Oleh karena itu, saat naik pesawat berikutnya, selain mengenakan sabuk pengaman dan memperhatikan video demonstrasi keselamatan dengan saksama, penumpang juga disarankan untuk tidak lupa mengamati lingkungan sekitar dan mengingat jalur evakuasi, untuk menambah jaminan keselamatan penerbangan mereka.