(Taiwan, ROC) Asia Pasific Climate Service Workshop diselenggarakan di Taipei selama 3 hari berturut-turut mulai kemarin, mengundang para ahli meteorologi dan AI baik dalam maupun luar negeri untuk saling bertukar pendapat. Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) mengatakan bahwa penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi data meteorologi dan pengambilan keputusan serta respons bencana diharapkan dapat meningkatkan ketahanan bencana Taiwan secara keseluruhan.
CWA Kementerian Transportasi mengeluarkan pers rilis yang menyampaikan bahwa lebih dari 20 ahli meteorologi dan AI dari 8 negara di Eropa, Amerika, dan Asia Timur akan berpartisipasi dalam " Asia Pasific Climate Service Workshop (2025 APCSW)" yang berlangsung di Taipei.
CWA menyatakan bahwa seminar ini secara khusus menanggapi inisiatif global terhadap peringatan dini untuk semua negara di dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tema "Peringatan Dini untuk Semua (Early Warnings for All) -saling bertukar teknologi layanan iklim yang inovatif, berorientasi pada penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi data meteorologi dan pengambilan keputusan serta respons bencana guna mengatasi tantangan iklim ekstrem yang semakin parah.
Dirjen CWA Lu Kuo-chen (呂國臣) menunjuk pihaknya telah aktif mempromosikan teknologi AI pada tahun 2023. Tahun lalu, saat Taiwan dilanda taifun Gaemi, CWA berhasil mengadopsi model AI untuk memahami dampak angin taifun lima hari sebelum dilanda topan dan mengeluarkan peringatan hujan badai yang dahsyat tiga hari sebelumnya, membantu pemerintah daerah dan kota di daerah berisiko tinggi untuk memulai evakuasi skala besar terlebih dahulu dan secara efektif melaksanakan operasi peringatan dini.
Konferensi tersebut mengundang Wakil Menteri Urusan Ekonomi Lai Chien-hsin (賴建信) , dan Vice President Universitas Kyoto, Eiichi Nakakitauntuk menjadi keynote speaker. Mereka berbagi pengalaman tentang penerapan kebijakan data meteorologi waktu nyata dalam pengelolaan banjir dan kekeringan, serta teknologi deteksi gema dataran tinggi Jepang untuk Baby-rain-cell dan prediksi risiko banjir perkotaan.
Pada saat yang sama, para ahli dari NVIDIA diundang untuk berbagi teknologi “Digital Twins” berbasis AS, Organisasi Eropa untuk Eksploitasi Satelit Meteorologi (EUMETSAT) mempresentasikan strategi pengembangan Inggris dan Uni Eropa dalam layanan iklim dan integrasi AI.
CWA mengemukakan, seminar tersebut diharapkan dapat memperdalam pemahaman dan konsensus semua sektor tentang peringatan dini secara universal, mendorong sektor publik dan swasta dalam dan luar negeri untuk bersama-sama mempromosikan pelatihan SDM dan pertukaran teknologi, dan bersama-sama menciptakan sistem layanan iklim yang berwawasan ke depan dan efektif untuk meningkatkan penanggulangan bencana Taiwan secara keseluruhan yang tangguh.