History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jumlah Kelahiran Bayi Kembali Mencapai Rekor Terendah, Kurang dari 8.500 Kelahiran di Bulan Mei

  • 11 June, 2025
  • 尤繼富
Jumlah Kelahiran Bayi Kembali Mencapai Rekor Terendah, Kurang dari 8.500 Kelahiran di Bulan Mei
Jumlah Kelahiran Bayi Kembali Mencapai Rekor Terendah, Kurang dari 8.500 Kelahiran di Bulan Mei (圖:中央社)

(Taiwan, ROC) --- Populasi di Taiwan kembali menunjukkan fenomena lebih banyak kematian daripada kelahiran.

Pada Selasa kemarin (10/6), Kementerian Dalam Negeri (MOI) mengumumkan data statistik kependudukan untuk periode Mei 2025, dengan jumlah kelahiran bayi dalam satu bulan hanya 8.433 orang.

Angka ini mencatat rekor terendah untuk bulan yang sama sepanjang sejarah, sekaligus menjadi rekor terendah bulanan. Ini menunjukkan masalah penurunan angka kelahiran di Taiwan terus memburuk.

Sebaliknya, jumlah kematian di bulan yang sama mencapai 15.382 orang, menunjukkan tren pertumbuhan populasi negatif yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Total kelahiran dari Januari hingga Mei tahun ini hanya 46.407 bayi, dan jika tidak ada peningkatan signifikan di semester kedua, maka jumlah kelahiran tahunan mungkin akan mencapai rekor terendah baru.

Menurut data statistik, jumlah kelahiran di bulan Mei sebanyak 8.433 orang, dengan angka kelahiran kasar 4,25 per seribu, menurun 2.735 orang dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (2024).

Ini menunjukkan penurunan drastis dalam angka kelahiran, dan populasi telah mengalami pertumbuhan negatif selama 17 bulan berturut-turut.

Hingga akhir Mei, total populasi Taiwan adalah 23.355.470 orang, menurun 9.804 orang dibandingkan April, dan menurun tajam lebih dari 58.000 orang dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, dengan rata-rata penurunan 159 orang per hari.

內政部最新人口統計,5月出生人口數首度跌破8500人,僅剩8433名新生兒。(示意圖:shutterstock/達志)

示意圖:shutterstock/達志

Dilihat dari kondisi kabupaten/kota, 3 wilayah dengan tingkat kelahiran tertinggi pada bulan Mei adalah Kabupaten Lienchiang, Kabupaten Yunlin, dan Kabupaten Changhua, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Chiayi, Kota Keelung, dan Kota New Taipei.

Untuk tingkat kematian, rata-rata nasional adalah 7,75 per seribu, dengan tingkat kematian kasar tertinggi di Kabupaten Chiayi, diikuti oleh Kabupaten Nantou dan Kabupaten Yunlin, menunjukkan tingkat penuaan yang lebih tinggi di wilayah tengah dan selatan.

Namun fenomena ini bukan hanya terjadi di Taiwan, negara-negara maju lainnya di Asia juga menghadapi tantangan serius terkait penurunan angka kelahiran. Seperti Jepang, angka kelahiran total tahun lalu turun ke rekor terendah 1,15, dengan jumlah kelahiran di bawah 700.000, terjadi 15 tahun lebih cepat dari perkiraan resmi.

Pemerintah Jepang mengakui bahwa pernikahan yang tertunda, keterlambatan memiliki anak, dan berkurangnya populasi muda menjadi penyebab utama, dan sedang berusaha keras mencari solusi.

Situasi di Korea Selatan bahkan lebih serius. Tingkat kelahiran total Korea Selatan pada 2023 hanya 0,72, terendah di dunia. Pemerintah negara tersebut telah mengumumkan Keadaan Darurat Populasi pada Juni tahun ini, dan presiden secara langsung memimpin pembentukan Komite Penanggulangan Penurunan Angka Kelahiran dan Penuaan, mengalokasikan sekitar NT$450 miliar untuk memperkuat perawatan anak, subsidi, dan penyediaan perumahan untuk keluarga, dengan harapan dapat membalikkan tren penurunan angka kelahiran.

Jika kondisi saat ini tidak berubah, populasi Korea Selatan bisa berkurang setengahnya pada akhir abad ini, yang akan berdampak mendalam pada ekonomi, pertahanan, dan sistem sosial.

Tidak hanya itu, pengusaha terkenal Elon Musk juga memperingatkan Singapura. Baru-baru ini dia membagikan berita terkait di platform media sosial, menyatakan secara langsung bahwa Singapura sedang menuju kepunahan dan memperingatkan bahwa jika tingkat kelahiran tidak dapat ditingkatkan, ini akan menjadi ancaman fatal bagi peradaban manusia.

Tingkat kelahiran total Singapura tahun 2023 telah turun menjadi 0,97, pertama kalinya di bawah 1,0, jauh di bawah 2,1 yang diperlukan untuk mempertahankan stabilitas populasi.

Komentar

Terbarumore