(Taiwan, ROC) --- Belakangan ini, banyak negara di dunia mulai menghapuskan koin kecil. Contohnya Departemen Keuangan AS yang berencana menghentikan pengedaran koin 1 sen pada awal tahun 2026.
Menanggapi hal ini, Bank Sentral Taiwan menyatakan bahwa meskipun biaya pembuatan koin NT$1 sudah lebih tinggi dari nilainya, tetapi karena masih ada permintaan dari masyarakat, maka mereka tidak akan menghentikan peredarannya secara sembarangan.
Pada tanggal 22 Mei 2025, Departemen Keuangan AS merilis pernyataan bahwa mereka akan menghentikan pengedaran koin 1 sen (penny) pada awal 2026.
Saat ini, koin dolar AS memiliki 6 denominasi, selain 1 sen, ada juga 5 sen (nickel), 10 sen (dime), 25 sen (quarter), 50 sen (half dollar), dan 1 dolar (dollar).
Masyarakat AS masih dapat menggunakan koin 1 sen untuk transaksi tunai di masa depan, tetapi seiring dengan penarikan koin 1 sen dari peredaran, membuat perusahaan-perusahaan akan terpaksa menyesuaikan harga ke kelipatan 5 sen terdekat.
Dalam postingannya di Facebook pada Senin kemarin (9/6), Bank Sentral Taiwan menerangkan bahwa belakangan muncul tren untuk menghapus nilai koin kecil secara internasional dikarenakan kenaikan biaya produksi dan penurunan daya beli.
Di Amerika Serikat, dalam 10 tahun terakhir, biaya produksi setiap koin 1 sen naik dari 1,3 sen menjadi 3,69 sen.
Tahun lalu, pemerintah AS mengalami kerugian lebih dari US$85 juta karena memproduksi sekitar 3 miliar koin 1 sen. Dengan menghentikan produksi koin 1 sen, pemerintah AS dapat menghemat biaya material sebesar US$56 juta per tahun.
Bank Sentral Taiwan menyatakan, hingga Februari tahun ini, koin US$1 yang beredar di pasar melebihi 8 miliar keping. Namun, pada tahun 2023, biaya produksi per keping koin NT$1 adalah NT$1,54, yang mana ini sudah lebih tinggi dari nilai tunainya.
Bank Sentral Taiwan menyatakan, hingga Februari tahun ini, koin US$1 yang beredar di pasar melebihi 8 miliar keping. 圖: YAHOONEWS
Meskipun demikian, Bank Sentral Taiwan menilai bahwa masih ada permintaan masyarakat untuk koin NT$1 dan tidak akan menghentikan peredarannya secara sembarangan.
Untuk mengoptimalkan sirkulasi koin di tengah masyarakat, Bank Sentral Taiwan telah meluncurkan Program Resirkulasi Koin sejak 2014.
4 toko waralaba di Taiwan, PX Mart, dan perusahaan EasyCard memungkinkan masyarakat untuk mengisi ulang kartu elektronik seperti EasyCard dengan menggunakan koin.
Selain itu, beberapa bank memiliki ATM dengan fungsi penyetoran koin. Bank Sentral Taiwan menyatakan bahwa hingga saat ini, jumlah koin yang terkumpul kembali terus meningkat, dan jumlah bersih koin yang diterbitkan juga telah menurun dari tahun ke tahun. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Program Resirkulasi Koin yang diusung tersebut telah berjalan dengan baik.
Bank Sentral Taiwan mengimbau masyarakat untuk mendukung Program Resirkulasi Koin dengan menggunakan koin yang ditimbun di rumah atau menggunakannya untuk mengisi ulang kartu prabayar. Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan dana yang tidak terpakai dan mengatasi masalah penimbunan koin jangka panjang.