(Taiwan, ROC) --- Hari ini bertepatan dengan Festival Perahu Naga, dan menurut adat istiadat, menampung Air Tengah Hari (午時水, dibaca: Wǔshí shuǐ) pada festival ini dipercaya bisa membersihkan diri, menghalau hal buruk, menjamin keselamatan, serta mendatangkan keberuntungan dan rezeki.
Ahli budaya Liao Ta-yi (廖大乙) menerangkan bahwa jam 11 siang hingga 1 siang pada hari Festival Perahu Naga adalah waktu ketika energi Yang (陽氣) mencapai puncaknya.
Energi Yang (陽) melambangkan kekuatan maskulin, dinamis, hangat, dan terang yang berkaitan dengan siang hari, matahari, dan langit. Energi ini diyakini sebagai sumber vitalitas, kehangatan, dan aktivitas.
Air Tengah Hari yang diambil pada rentang waktu tersebut tidak hanya bermanfaat untuk penyucian diri, tetapi juga menarik keberuntungan.

Menurut adat istiadat, menampung Air Tengah Hari (午時水, dibaca: Wǔshí shuǐ) pada Festival Perahu Naga dipercaya bisa membersihkan diri, menghalau hal buruk, menjamin keselamatan, serta mendatangkan keberuntungan dan rezeki. 圖:LTN
Mengapa Bulan Kelima Disebut Bulan Jahat?
Liao Ta-yi menjelaskan bahwa nenek moyang menyebut bulan kelima (kalender Lunar) sebagai bulan jahat 惡月 atau bulan seratus racun 百毒月. Penyebabnya adalah pada zaman dahulu dengan keterbatasan ilmu kedokteran, menjelang Festival Perahu Naga cuaca semakin panas sehingga populasi nyamuk dan serangga meningkat, yang mengakibatkan penyebaran penyakit.
Lebih lanjut, mulai tanggal 5 bulan 5, dimulailah sembilan hari beracun, yakni periode sembilan hari ketika energi Yang, meski sedang kuat, juga menandakan awal ketidakstabilan energi langit dan bumi. Kondisi ini bisa mempengaruhi emosi dan kesehatan fisik.
Liao Ta-yi menegaskan bahwa Festival Perahu Naga juga merupakan hari pertama dari sembilan hari beracun yang berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik dan mental. Ia menyarankan untuk menghindari hubungan intim selama 24 jam pada hari tersebut. Ketidakseimbangan energi Yin dan Yang pada waktu ini dikhawatirkan berdampak buruk pada peruntungan di semester kedua tahun ini.

Terlihat pada gambar, warga di Taiwan akan mengantre untuk mengambil Air Tengah Hari, yang dipercaya membawa berkah. 圖: 觀傳媒
Cara Menampung dan Menggunakan Air Tengah Hari
Berdasarkan tradisi, pada Festival Perahu Naga masyarakat bisa mengambil Air Tengah Hari. Liao Ta-yi menerangkan bahwa antara jam 11 siang hingga 1 siang, energi Yang mencapai titik tertinggi dan paling ideal untuk menarik keberuntungan.
Air sumur, air ledeng, atau air apapun yang diambil pada periode tersebut bisa dianggap sebagai Air Tengah Hari.
Dahulu, daun Artemisia argyi dan Acorus calamus dicampurkan ke dalam Air Tengah Hari. Kini, masyarakat bisa menggantinya dengan 2 tetes minyak 白花油 (Pak Fah Yeow) dan minyak esensial kayu cedar. Pakai air ini untuk membasuh wajah dan membersihkan tubuh demi keselamatan.
Air Tengah Hari juga bisa dipercikkan di tempat kerja atau tanaman untuk menghalau energi negatif. Karena air melambangkan kekayaan, ini merupakan kesempatan baik untuk mengubah nasib dan menarik kemakmuran.
Saat ini, warga dapat memasukkan 2 tetes minyak 白花油 (Pak Fah Yeow) dan esensial kayu cedar ke dalam "Air Tengah Hari" 圖/YAHOOTAIWAN
Tips Tambahan untuk Menarik Keberuntungan
Pada tengah hari, buka pintu dan jendela rumah untuk membiarkan energi matahari positif masuk, membersihkan energi mandek dan negatif. Setelah tengah hari lewat, tutup jendela untuk menjaga energi positif tetap dalam rumah, yang dipercaya bisa meningkatkan keberuntungan.
Liao Ta-yi juga menyarankan untuk mengenakan busana berwarna cerah pada Festival Perahu Naga, seperti putih atau kuning, untuk menarik orang-orang baik dan energi positif yang dapat mendongkrak keberuntungan. Hal ini sangat penting bagi kelahiran tahun Naga, Anjing, Kerbau, dan Kambing yang sedang menghadapi tahun Shio kurang beruntung di tahun Naga ini.

Mata Air di Kuil Qingshuiyan di Shetou, Changhua, juga merupakan tempat populer untuk mengambil "Air Tengah Hari." 圖/聯合報
Tentang Festival Perahu Naga
Festival Perahu Naga adalah hari raya tradisional yang dirayakan di berbagai negara berbudaya Tionghoa. Diperingati setiap tahun pada tanggal 5 bulan 5 kalender Lunar.
Festival ini menandai kedatangan musim panas dan dirayakan sebagai waktu mengusir roh jahat dan penyakit. Sebagai salah satu dari empat festival terpenting masyarakat Tionghoa, bersama Imlek, Festival Tengah Musim Gugur, dan Festival Qingming, Festival Perahu Naga memiliki nilai budaya yang mendalam di Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, Kepulauan Ryukyu, Korea, dan Vietnam.
Pada September 2009, UNESCO resmi mengakui Festival Perahu Naga sebagai salah satu Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia, menjadikannya festival pertama dari Tiongkok yang meraih pengakuan tersebut.