History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perayaan Festival Perahu Naga dalam Tradisi Tionghoa: Mengenal Sejarah, Adat, dan Larangan yang Berlaku

  • 31 May, 2025
  • 尤繼富
Perayaan Festival Perahu Naga dalam Tradisi Tionghoa: Mengenal Sejarah, Adat, dan Larangan yang Berlaku
Perayaan Festival Perahu Naga dalam Tradisi Tionghoa: Mengenal Sejarah, Adat, dan Larangan yang Berlaku 圖:CANVA

(Taiwan, ROC) --- Perayaan Perahu Naga merupakan perayaan tradisional yang diselenggarakan di berbagai negara yang terpengaruh kebudayaan Tionghoa. Diadakan pada tanggal 5 bulan 5 kalender Lunar, perayaan ini menandakan awal musim panas dan dipercaya sebagai momen untuk menangkal roh-roh buruk serta penyakit.

Sebagai salah satu dari empat perayaan utama masyarakat Tionghoa, Perayaan Perahu Naga bersama Imlek dan Festival Tengah Musim Gugur, dirayakan secara meriah di Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, Kepulauan Ryukyu, Korea, dan Vietnam.

Pada September 2009, UNESCO secara resmi memasukkan Perayaan Perahu Naga ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, menjadikannya perayaan pertama dari Tiongkok yang mendapat pengakuan tersebut.

Menurut cerita rakyat yang berkembang, Perayaan Perahu Naga diadakan untuk mengenang Qu Yuan (屈原), penyair nasionalis dari kerajaan Chu (楚國), yang menceburkan diri ke Sungai Miluo (汨羅江) pada hari tersebut. Karena itu, perayaan ini kadang disebut Festival Penyair.

Versi lain menyebutkan bahwa hari ini memperingati wafatnya Wu Zi-xu (伍子胥), pejabat loyal dari kerajaan Wu (吳國).

划龍舟不忘防疫─時事─國內新聞(2022/5/29)──財團法人國語日報社

Pada bulan September 2009, UNESCO secara resmi mengakui Festival Perahu Naga sebagai salah satu Karya Agung Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. 圖/國語日報社

Asal-Usul yang Beragam

Asal muasal Perayaan Perahu Naga masih menjadi perdebatan, dengan versi paling populer mengaitkannya dengan peringatan Qu Yuan atau Wu Zi-xu.

Menariknya, berbagai tradisi yang dikaitkan dengan perayaan ini ternyata sudah ada sebelum era Qu Yuan. Beragam adat istiadat seperti larangan pada hari-hari nahas dan perlombaan perahu naga mengindikasikan bahwa tradisi yang diwariskan turun-temurun ini kemungkinan merupakan gabungan dari berbagai sumber.

Banyak kebiasaan dalam Perayaan Perahu Naga yang bertujuan mengusir roh buruk dan penyakit, yang berasal dari kepercayaan tentang "hari-hari nahas".

Dalam tradisi, bulan kelima yang bertepatan dengan pertengahan musim panas dianggap sebagai bulan nahas (sial) karena banyaknya wabah penyakit. Sejak dahulu kala, masyarakat melakukan berbagai ritual pembersihan dan pengusiran roh jahat selama bulan kelima untuk mencegah penyakit.

Bulan lunar kelima dalam penanggalan Lunar, yang jatuh pada awal musim panas, dikenal sebagai "bulan beracun 毒月" 圖/HMKCC

Catatan Sejarah

Xia Xiao Zheng 夏小正, kitab dari Era Musim Semi dan Gugur, mencatat bahwa pada masa lampau, orang-orang biasa menyimpan Eupatorium fortunei untuk mandi dan memanen biji-bijian untuk sup kacang guna menghadapi cuaca panas yang terik. Aktivitas pada periode ini umumnya berfokus pada istirahat dan pemulihan.

Kitab Upacara Li Ji - Yue Ling 禮記·月令 menyebutkan bahwa puasa dan pantangan disarankan selama bulan kelima.

Banyak pantangan dikaitkan dengan bulan nahas. Contohnya, Fengsu Tongyi 風俗通義 karya Ying Shao (應劭) dari Dinasti Han mencatat peribahasa seperti "Jangan lantik pejabat baru pada bulan kelima, nanti akan dipecat" dan "Jangan bangun rumah pada bulan kelima, penghuninya akan botak", yang menggambarkan pantangan masa itu.

Jingchu Suishiji 荊楚歲時記 karya Zong Lin (宗懍) dari Dinasti Liang Selatan yang menjelaskan festival musiman dan tradisi wilayah Jingchu kuno, menyatakan bahwa bulan kelima dikenal sebagai bulan nahas dengan banyak larangan.

Masyarakat dilarang menjemur kasur, tikar jerami, dan barang lainnya, serta dilarang membangun rumah. Tanggal 5 bulan 5 dianggap hari paling nahas sepanjang tahun, sehingga diperlukan upaya menangkal roh jahat.

Mengenai tradisi memperingati Qu Yuan pada Perayaan Perahu Naga, catatan tertulis tertua adalah Xu Qi Xie Ji 續齊諧記 karya Wu Jun (吳均) dari Dinasti Liang Selatan.

Kitab tersebut mencatat bahwa Qu Yuan bunuh diri dengan terjun ke Sungai Miluo pada tanggal 5 bulan 5 kalender Lunar, dan masyarakat Chu berduka dengan melempar bambu berisi nasi ke sungai untuk mengenangnya.

Catatan Adat Xiangyang 襄陽風俗記 dari Dinasti Tang juga menyebutkan bahwa pembungkusan bakcang dengan bambu dan benang lima warna bertujuan mencegah persembahan untuk Qu Yuan dimakan naga.

Aktivitas mendayung Perahu Naga juga telah dilakukan semenjak era Tiongkok kuno. 圖/古建家園

Larangan-Larangan Penting

Berbagai aktivitas seperti makan bacang, mendirikan telur, dan lomba perahu naga menjadi ciri khas Perayaan Perahu Naga. Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada sejumlah pantangan yang perlu diperhatikan.

Ahli Fengshui Yang Teng-ke (楊登嵙) mengungkapkan beberapa larangan penting yang harus diperhatikan selama perayaan ini, terutama satu benda yang wajib dibawa, karena kehilangan benda tersebut diyakini mengundang kesialan setahun penuh.

Bulan kelima kalender Lunar, yang bertepatan dengan awal musim panas, dikenal sebagai bulan beracun 毒月. Selama periode ini, ada sembilan hari yang dianggap sangat berbahaya karena dapat melemahkan fisik dan menguras energi vital, disebut sembilan hari beracun.

Perayaan Perahu Naga, yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 lunar, merupakan hari pertama dari sembilan hari beracun tersebut. Yang Teng-ke, pakar metafisika terkemuka, mengingatkan agar mematuhi enam larangan penting selama Perayaan Perahu Naga, khususnya untuk tidak kehilangan kantong wangi (jimat pelindung). Kehilangan benda ini diyakini mengundang kesialan.

Pemandangan rumah-rumah yang dihiasi dengan 艾草 (mugwort/Artemisia argyi) dan 菖蒲 (jetingau/Acorus calamus) di depan pintu selama Festival Perahu Naga adalah tradisi yang bertujuan untuk mengusir roh jahat dan penyakit. 圖/LINE TODAY

Tentang Kantong Wangi (香包 Xiang Bao)

Kantong wangi adalah sachet kecil yang biasa dikenakan saat Perayaan Perahu Naga dalam budaya Tionghoa. Isinya berupa ramuan herbal Tiongkok beraroma atau bahan alami lainnya.

Kantong ini dibuat dari kain berwarna cerah yang dijahit dalam berbagai bentuk seperti hewan, bunga, atau simbol keberuntungan.

Anak-anak biasa memakainya sebagai aksesori meriah, dan dipercaya memberikan manfaat:

1. Menangkal roh jahat

Aroma tajam dari herbal dipercaya mengusir roh jahat dan nasib buruk

2. Mencegah penyakit

Beberapa herbal dalam kantong dikaitkan dengan khasiat penyembuhan dan pencegahan penyakit, terutama saat musim panas ketika penyakit lebih mudah menyebar

3. Membawa keberuntungan

Bentuk dan warna kantong memiliki makna simbolis seperti keberuntungan, panjang umur, atau perlindungan

Xiang Bao bukan sekadar hiasan indah, melainkan memiliki makna budaya dan spiritual yang dalam selama Perayaan Perahu Naga.

艾草流蘇三角小香包端午佳節送禮- 心願幸福婚禮小物

"香包" (Baca: Xiang Bao) adalah kantong wangi atau sachet kecil yang biasanya dipakai selama Festival Perahu Naga di budaya Tionghoa.  圖/幸福婚禮小禮物

Enam Larangan Utama Saat Perayaan Perahu Naga

1. Jauhi Tempat Berenergi Yin Kuat

Hindari lokasi seperti pemakaman atau krematorium yang memiliki energi Yin (negatif) kuat. Menurut kepercayaan, banyak roh jahat bersembunyi di tempat-tempat ini selama lima hari beracun, termasuk hari Perayaan Perahu Naga. Jika terpaksa mengunjungi lokasi tersebut, bawa kantong wangi atau jimat pelindung.

2. Jangan Bermain Air di Laut

Kepercayaan turun-temurun menyebutkan bahwa bermain air laut saat Perayaan Perahu Naga dapat meningkatkan risiko menjadi korban roh air yang mencari pengganti.

3. Jaga Kantong Wangi (Jimat) Agar Tidak Hilang

Pada hari Perayaan Perahu Naga, sangat penting membawa kantong wangi untuk menangkal energi negatif. Kehilangan kantong wangi pada hari ini dipercaya mengundang kesialan sepanjang tahun. Namun jika terlanjur hilang, jangan panik. Anggap saja kantong tersebut telah menyerap energi negatif untuk melindungi Anda. Segera kunjungi kuil untuk mendapatkan kantong wangi atau jimat baru.

4. Jangan Berikan Bacang dalam Rangkaian

Ketika memberikan bacang, berikan per butir, bukan dalam rangkaian. Jika menerima bacang dalam rangkaian, pisahkan dulu sebelum dimakan.

5. Hindari Aktivitas Intim

Dipercaya bahwa melakukan hubungan intim pada hari Perayaan Perahu Naga membuat tubuh rentan terhadap energi negatif karena kehilangan terlalu banyak energi.

6. Jangan Ucapkan "Selamat Festival Perahu Naga

Hari Perayaan Perahu Naga adalah momen mengenang pengorbanan Qu Yuan dan tokoh penting lainnya. Karena itu, hindari mengucapkan "Selamat Festival Perahu Naga". Sebagai gantinya, sampaikan doa keselamatan atau keberuntungan.

Komentar

Terbarumore