(Taiwan, ROC) -- Wakil Menteri Luar Negeri Chen Ming-chi (陳明祺) pada Kamis (29/5) kemarin menerima wawancara khusus dari media ekonomi internasional, Bloomberg TV. Terkait negosiasi dagang Taiwan-AS, Wamenlu Chen menyatakan bahwa pihak AS mengeluhkan adanya hambatan non-tarif, sementara pihak Taiwan sedang menegosiasikan detailnya dan berupaya menyelesaikannya dengan tetap melindungi industri terkait di Taiwan serta mendukung transformasi ekonomi Taiwan.
Chen menyampaikan bahwa negosiasi dagang Taiwan-AS berjalan lancar dan komunikasi kedua pihak sejauh ini terpantau baik. Meskipun masih ada beberapa rincian teknis yang perlu diperjelas, pihak Taiwan yakin dapat menyelesaikan kesepakatan yang “baik, lengkap, dan indah” dalam 90 hari, serta berharap kesepakatan ini dapat membangun hubungan dagang yang adil dan saling menguntungkan.
Saat ditanya lebih lanjut oleh wartawan mengenai rincian teknis apa saja yang masih perlu diselesaikan, Chen Ming-chi (陳明祺) menjelaskan bahwa yang utama adalah menyelaraskan ekspektasi kedua belah pihak di tingkat yang sama. Pihak Taiwan saat ini berupaya menyelesaikan keluhan AS terkait hambatan non-tarif, sambil tetap melindungi industri yang terdampak dan memperhatikan transformasi ekonomi secara keseluruhan.
Chen menunjukkan, pihak Taiwan dalam perundingan tersebut telah secara tegas menyatakan sikap untuk melindungi hak-hak petani dan menjaga keamanan pangan, sambil tetap menunjukkan itikad baik dalam hal keterbukaan pasar. Taiwan akan terus mendorong negosiasi ini dengan sikap yang pragmatis.
Terkait kemungkinan AS akan memberlakukan tarif tinggi pada beberapa produk, Wamenlu Chen juga menegaskan bahwa Taiwan berharap bisa mendapatkan tarif yang lebih menguntungkan dibanding negara lain. Jikalau negara lain dikenakan 10%, maka Taiwan berharap bisa di bawah 10%. Dirinya juga menyebutkan bahwa tarif tinggi akan menekan keuntungan perusahaan dan meningkatkan biaya, yang pada akhirnya merugikan investasi perusahaan di AS. Karena itu, Chen menghimbau pihak AS untuk meninjau kebijakan terkait dari perspektif manfaat ekonomi secara keseluruhan.
Dalam isu terkait energi, Wamenlu Chen mengonfirmasi bahwa Taiwan telah menerima undangan dari pihak Amerika Serikat untuk mengirim delegasi tingkat tinggi dalam “Konferensi Energi Berkelanjutan” yang akan diadakan awal Juni di Alaska. Pada konferensi tersebut, Taiwan akan melakukan diskusi mengenai pengadaan gas alam cair (LNG) dan investasi infrastruktur terkait. Chen menyebutkan bahwa Taiwan telah menandatangani surat niat pada bulan Maret tahun ini, yang menyatakan minat tinggi terhadap proyek LNG di Alaska dan fasilitas pengaliran gasnya, sekaligus menunjukkan tekad Taiwan untuk memperkuat diversifikasi pasokan energi.