History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

ARTC Tampilkan Bus Kemudi Otomatis Level 3, Dilengkapi Detektor Gambar AI

  • 29 May, 2025
  • 鄭蕙玲
ARTC Tampilkan Bus Kemudi Otomatis Level 3, Dilengkapi Detektor Gambar AI
bus listrik otomatis AI Level 3 pertama Taiwan (foto: ARTC)

(Taiwan, ROC) Automotive Research & Testing Center (ARTC) menggandeng beberapa perusahaan diantaranya Elan Microelectronik dan Chimei Motor untuk membangun bus listrik otomatis AI Level 3 yang pertama di Taiwan, mendemonstrasikan berbagai teknologi termasuk pemantauan kokpit cerdas, analisis getaran dan kebisingan server AI, dan kaca spion elektronik. Bus listrik otomatis AI ini memiliki berbagai kemampuan canggih seperti menjaga lajur, penghindaran aktif, dan pemantauan status berkendara, yang merupakan terobosan penting dalam teknologi kemudi otomatis (self-driving).

Ketua ARTC, Wang Zheng-jian (王正健) mengatakan, perkembangan elektronik kendaraan dan teknologi AI yang pesat, fungsi kendaraan pintar akan terus ditingkatkan. Dengan dukungan proyek industri teknologi Kementerian Urusan Ekonomi, momentum inovasi teknologi kendaraan terus berlanjut, dan kendaraan akan berubah dari alat mobilitas sederhana menjadi kendaraan yang sangat cerdas.

ARTC baru-baru ini mengeluarkan pers rilis yang menyampaikan bahwa bus listrik otomatis AI Level 3 pertama Taiwan dibangun bersama dengan beberapa perusahaan terkemuka dalam negeri seperti Elan Microelectronik, oToBrite Electronic, CubTex, Rotatech International Corp, DFI, Arcadyan dan Chimei Motor.

Bus listrik otomatis ini menggunakan platform mobility Cheng Yun Automobile dan dilengkapi dengan perangkat lunak kontrol pengambilan keputusan yang dikembangkan mandiri oleh ARTC. Bus ini memiliki fungsi-fungsi utama seperti kontrol mengemudi otonom, penilaian pengambilalihan kemudi, dan pengambilan keputusan merespons risiko, serta sepenuhnya mematuhi standar mengemudi otonom UN R157 Level 3.

ARTC menunjukkan bahwa bus listrik otomatis AI memiliki kemampuan canggih seperti menjaga lajur, penghindaran aktif, dan pemantauan status mengemudi, yang melambangkan bahwa Taiwan telah mengambil langkah penting dalam bidang transportasi pintar dan mencapai terobosan utama dalam penerapan teknologi self-driving dari laboratorium hingga jalan riil. Di bidang kokpit pintar AI, ARTC mengatakan, pihaknya menggunakan "teknologi pengenalan gambar pembelajaran mendalam AI" dan "sistem radar biologis gabungan penginderaan heterogen" untuk mengembangkan berbagai fungsi seperti pemantauan pengemudi, mendeteksi anak ditelantarkan, dan penumpang yang terjatuh.

Mengenai teknologi co-driving manusia-mesin antara pengemudi dan mobil self-driving, ARTC menjelaskan bahwa kondisi pengemudi dapat dinilai melalui deteksi gambar AI dari pandangan mata dan kemiringan kepala pengemudi. Ketika mobil kemudi otomatis menentukan bahwa ada kondisi jalan yang tidak dapat diatasi, ia akan segera meminta pengemudi untuk mengambil alih; jika pengemudi mungkin tertidur atau merasa tidak enak badan, mobil kemudi otomatis akan secara otomatis memperlambat, parkir di pinggir jalan, dan mengeluarkan notifikasi, yang secara efektif meningkatkan keselamatan transportasi umum dalam berkendaraan.

ARTC mengatakan, pada tahun 2030, penjualan mobil kemudi otomatis global akan didominasi oleh model self-driving Level 1 dan Level 2, dan pangsa pasar kendaraan Level 3 akan meningkat secara bertahap. Menurut definisinya, Level 3 adalah sistem mengemudi otomatis bersyarat, sehingga mampu mengurangi beban pengemudi secara signifikan.

Selain itu, untuk membantu pengembangan industri dan mendapatkan peluang bisnis internasional, ARTC menambahkan, pihaknya terus membangun laboratorium dan lokasi pengujian yang lengkap. Situs uji verifikasi mobil sungguhan berkecepatan tinggi tanpa pengemudi di segala cuaca, yang akan diluncurkan pada bulan September tahun ini, dapat menyediakan kendaraan cerdas, sistem elektronik kendaraan, sistem persepsi, dan produk lainnya. Dalam terowongan sepanjang 200 meter, di tengah kondisi lingkungan dan cuaca seperti hujan, berkabut, saat matahari terbit atau terbenam, pagi maupun malam hari, dapat secara otomatis mengemudi dengan kecepatan maksimum 110 kilometer per jam.

Komentar

Terbarumore