(Taiwan, ROC) – Kasus COVID-19 kembali meningkat, dan Ditjen Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan memperkirakan puncaknya akan terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli. Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, Chiu Tai-yuan (邱泰源) pada hari ini (28/5) menyatakan bahwa sistem pencegahan epidemi pasti akan melakukan pengaturan berjenjang dan pengalihan pasien sesuai kebutuhan, agar masyarakat dapat diarahkan ke rumah sakit atau klinik untuk berobat, sehingga dapat menghindari terulangnya “kemacetan” di unit gawat darurat. Chiu juga menegaskan jika persediaan alat rapid test pasti mencukupi, serta menyarankan masyarakat untuk segera menerima vaksinasi.
Kasus COVID-19 semakin memanas, dengan jumlah kunjungan rawat jalan dan unit gawat darurat di seluruh Taiwan mengalami kenaikan selama tujuh minggu berturut-turut. CDC Taiwan pada Selasa (27/5) memperkirakan bahwa puncaknya akan terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli, dengan jumlah kunjungan pasien diperkirakan bisa mencapai 200.000 orang.
Komite Kesehatan dan Lingkungan Yuan Legislatif pada Rabu (28/5) membahas pembekuan anggaran MOHW untuk tahun ini, dan Menteri MOHW Chiu Tai-yuan (邱泰源) dilaporkan turut hadir untuk memberikan penjelasan. Menanggapi langkah pemerintah dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang begitu cepat, Chiu saat sebelum rapat mengatakan kepada media bahwa hal utama adalah memantau situasi pandemi, kemudian mengerahkan seluruh sistem medis untuk penanganan berjenjang dan terdistribusi. Dirinya juga menyebutkan bahwa persediaan obat-obatan sangat mencukupi, dan menurut data dari CDC, pihak produsen telah menyiapkan jumlah alat rapid test yang melebihi perkiraan, sehingga stok dipastikan cukup, dengan jalur distribusi yang sudah dipersiapkan. Masyarakat dapat membeli alat rapid test di apotek, maupun di toko serba ada.
Menteri MOHW, Chiu Tai-yuan (邱泰源) mengatakan, “Karena itu, kami juga akan memastikan sistem distribusi pasien mulai dari klinik hingga unit gawat darurat dapat berjalan dengan baik, jadi mohon semuanya untuk tenang. Kami juga mendorong masyarakat yang seharusnya menerima vaksin untuk segera mendapatkannya. Bagi yang sedari Oktober lalu belum divaksin, dapat segera mengambil dosis pertama. Bagi yang sudah menerima dosis pertama, terutama yang berusia di atas 65 tahun atau kelompok usia 45-65 tahun dengan daya tahan tubuh menurun, juga disarankan untuk melengkapi dosis kedua.”
Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Robert F. Kennedy Jr. mengumumkan bahwa mereka tidak lagi merekomendasikan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak dan ibu hamil. Ketika ditanya oleh media apakah Taiwan akan mengikuti langkah tersebut, Menteri MOHW Chiu Tai-yuan (邱泰源) menyebutkan bahwa hal inii akan dibahas oleh Dewan Penasehat Praktik Imunisasi (ACIP) di bawah naungan MOWH, dan akan ditentukan berdasarkan diskusi para ahli.