History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Taiwan, Menulis Nama dengan Tinta Merah Adalah Pantangan, Ahli Ungkap Alasan Mengerikan

  • 28 May, 2025
  • 尤繼富
Di Taiwan, Menulis Nama dengan Tinta Merah Adalah Pantangan, Ahli Ungkap Alasan Mengerikan
Di Taiwan, Menulis Nama dengan Tinta Merah Adalah Pantangan, Ahli Ungkap Alasan Mengerikan 示意圖,shutterstock/達志

(Taiwan, ROC) --- Guru sejarah, Chen Qi-peng (陳啟鵬) menjelaskan bahwa menulis nama dengan tinta merah dianggap tabu dalam kepercayaan masyarakat. Di zaman kuno, dokumen hukuman dan buku catatan kematian di alam baka ditulis menggunakan tinta sinabar merah, yang melambangkan otoritas dan peringatan.

Konon Yan Luo Wang (penguasa akhirat) juga melingkari nama dengan tinta sinabar merah untuk menandai jiwa yang akan diambil. Karena itu, menulis nama dengan tinta merah diyakini dapat mempersingkat umur atau mendatangkan kesialan.

硃砂- 維基百科,自由的百科全書

Sinnabar (圖: WIKIPEDIA)

Pakar Feng Shui di Taiwan, Liao Mei-ran (廖美然) juga mengatakan bahwa menulis nama dengan tinta merah mengandung makna kutukan atau ketidakberuntungan.

Dalam sebuah acara talk show, Chen Qi-peng berbagi tentang asal-usul menulis nama dengan tinta merah. Dia menjelaskan bahwa pada zaman dulu, para terpidana menggunakan tinta sinabar untuk menandatangani dokumen hukuman, yang menghasilkan tulisan merah terang yang disebut danshu (丹書).

Karena warna sinabar yang cerah dan tahan lama, tinta ini sering digunakan untuk mencatat peristiwa penting, dan stempel resmi di papan pengumuman juga banyak menggunakan sinabar.

Yanluo Wang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yan Luo Wang (Penguasa Akhirat) 圖: 維基百科

Chen Qi-peng menambahkan bahwa sinabar banyak digunakan dalam dokumen putusan atau hukuman yang menyangkut nyawa manusia. Penggunaan tinta sinabar dimaksudkan sebagai peringatan dan menunjukkan otoritas tinggi.

Oleh karena itu, muncul kepercayaan bahwa danshu membawa nasib buruk, yang berarti dokumen yang ditulis dengan sinabar itu penting tetapi membawa makna tidak baik.

Mengenai mengapa menulis nama dengan tinta merah dianggap tabu, Chen Chi-peng menjelaskan bahwa menurut legenda, ketika Yang Luo Wang mengirim Niu Tou dan Ma Mian (penjaga neraka berkepala sapi dan kuda) serta Hei Bai Wu Chang untuk mengambil jiwa, mereka akan mengeluarkan buku catatan kematian dan melingkari nama dengan tinta sinabar.

Orang yang namanya dilingkari adalah jiwa yang akan diambil. Oleh karena itu, menulis atau melingkari nama dengan tinta merah dianggap dapat mempersingkat umur atau mendatangkan kesialan.

 

Niu Tou dan Ma Mian (penjaga neraka berkepala sapi dan kuda) 圖: TIONGHOA INFO

Chen Chi-peng menekankan bahwa baik dalam catatan sejarah maupun kepercayaan rakyat, menulis nama dengan tinta merah selalu dianggap sebagai pertanda buruk. Dia mengingatkan semua orang untuk berhati-hati, meskipun mungkin dilakukan tanpa sengaja, orang lain yang melihatnya akan menganggap hal tersebut melanggar pantangan dan terasa seperti dikutuk.

Pakar Fengshui, Liao Mei-ran juga mengatakan bahwa dia tidak pernah menggunakan tinta merah untuk menulis nama dan selalu mengingatkan semua karyawannya untuk tidak mencatat nama klien dengan tinta merah.

Dia menyebutkan bahwa menurut legenda, hakim yang mengatur hidup dan mati bernama Sun Zi-yu (孫子羽), yang akan menulis nama dengan tinta merah saat memutuskan nasib seseorang.

Orang yang namanya ditulis melambangkan umur yang diperpendek, dengan kata lain akan segera dijemput kematian. Karena itu, tinta merah sering dianggap sebagai simbol kutukan atau ketidakberuntungan.

Hei Bai Wu Chang ( 黑白 无常 )

Hei Bai Wu Chang 圖:WIKIPEDIA

Komentar

Terbarumore