(Taiwan, ROC) -- Di masa lalu, milet atau otek hanya dihadirkan dalam kegiatan ritual tradisional, tapi mulai September tahun ini, milet suku penduduk adat Taiwan secara resmi akan dimasukkan dalam sistem makan siang bergizi di sekolah-sekolah secara nasional, dengan harapan membangkitkan cita rasa khas bagi anak-anak suku penduduk asli Taiwan.
Makanan tidak hanya sekedar mengisi peruta, tapi dapat menjadi nostalgia terkait dengan kenangan akan budaya dan kampung halaman. Suku-suku penduduk adat terbiasa makan milet sebagai makanan pokok mereka, yang kemudian perlahan tergantikan oleh beras. Untuk membuat anak-anak suku penduduk adat lebih familiar dengan makanan tradisional suku penduduk adat dan menciptakan koneksi dengan budaya makanan adat tradisional melalui rasa, Kementerian Pendidikan (MOE), bersama dengan Ditjen Agrikultural, dan Dewan Masyarakat Adat (CIP) berencana untuk memasukkan milet ke dalam sistem makan siang di sekolah nasional mulai September tahun ini, sehingga rasa makanan adat tradisional dapat menemani anak-anak ketika mereka bertumbuh. Kepala Sekolah SMP Majia Pingtung, Yin Yong-sheng (印永生) mengutarakan bahwa para pelajar merasa sangat antusias dan milet merupakan makanan pokok tradisional dari penduduk asli, dari perspektif sekolah, ini adalah ide yang sangat bagus.
Milet asli Taiwan kaya akan serat, bebas gluten, membantu pencernaan, dan sangat bermanfaat bagi kesehatan anak-anak. Legislator Saidhai Tahovecahe menyampaikan, bahwa semangkuk bubur milet nilai gizinya seperti minum semangkuk sup ginseng. Undang-undang khusus tentang makan siang bergizi kami akan segera disahkan, akan ada banyak nilai progresif di dalamnya, tapi ada konsep yang harus disertakan untuk mendapatkan kembali citra rasa suku adat.
Untuk mengembalikan cita rasa tradisional ini, Dewan Masyarakat Adat telah aktif mempromosikan penanaman milet dalam beberapa tahun terakhir. Kini, setelah masuk ke sekolah-sekolah dan menjadi bagian dari menu makan siang bergizi anak-anak, hal ini tidak hanya menghubungkan tanaman suku penduduk adat dengan industri, tapi juga melestarikan dan menghidupkan kembali budaya pangan milet yang unik dari masyarakat adat.