History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Chen Chien-jen Bahas Mekanisme Akses Nasional Forum di Sela-sela WHA, Mendapat Sambutan Baik

  • 22 May, 2025
  • 鄭蕙玲
Chen Chien-jen Bahas Mekanisme Akses Nasional Forum di Sela-sela WHA, Mendapat Sambutan Baik
STUF United Fund dan Global Health Council (GHC) menyelenggarakan forum global dalam ajang di sela-sela Majelis Kesehatan Dunia (WHA) membahas “Universal Health Coverage (UHC)”. Mantan Wakil Presiden Chen Chien-jen dan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chiu Tai-yuan foto bersama dengan media dan peserta forum.

(Taiwan, ROC) -- Meskipun Taiwan tidak dapat berpartisipasi langsung dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA), namun pemerintah dan swasta bergilir mengadakan forum internasional, sementara ini Mantan Wapres Chen Chien-jen menjadi narasumber untuk STUF United Fund, memperkenalkan kepada dunia tentang asuransi kesehatan nasional Taiwan, dan mendapat sambutan baik. Chen Chien-jen menekankan, dari pengalaman Taiwan sudah dapat diketahui, masyarakat Taiwan yang kuat menjadi kunci penting menetaskan mekanisme askes nasional yang bermanfaat.

Global Health Council, GHC menyelenggarakan forum global dalam ajang di sela-sela Majelis Kesehatan Dunia (WHA) membahas “Universal Health Coverage, UHC” atau cakupan kesehatan universal. Profesor Vincent Rollet dari Eropa yang lama mengajar di Wenzao Urzuline University of Language membagikan,

situasi cakupan asuransi kesehatan nasional di Uni Eropa. Ia menunjukkan bahwa situasi setiap negara anggota dalam UE sangat bervariasi. Misalnya, pasien di Malta, Portugal, dan Bulgaria harus menanggung pembayaran yang sangat tinggi, tetapi pada saat yang sama, di negara-negara seperti Swedia dan Irlandia, kurang dari 2% rumah tangga akan menghadapi dilema ini. Secara keseluruhan, masih ada 11 juta orang di Eropa yang kebutuhan medisnya tidak dapat dipenuhi tepat waktu. Survei menunjukkan bahwa 13% penduduk Estonia, 11% penduduk Yunani, dan 7% penduduk Finlandia tidak dapat memperoleh sumber daya yang relevan ketika mereka membutuhkan layanan medis. Faktor utama yang memengaruhi adalah biaya, jarak dan waktu tunggu yang panjang.

Jika dibandingkan dengan apa yang disampaikan Chen Chien-jen, mekanisme askes nasional Taiwan telah memasuki tahun ke-30, persentase cakupan kesehatan hampir mencapai 99,9%.

Population Services International (PSI) Senior Technical Advisor Sarah Onyango mengatakan, “Bagi sebagian besar negara, individu dan masyarakat harus membayar sendiri biaya pengobatan yang tinggi, yang mengakibatkan orang-orang jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem. Oleh karena itu, saya sangat senang mendengar tentang pengalaman Taiwan dan bagaimana Taiwan telah membangun sistem asuransi kesehatan nasional yang mencover orang-orang dengan pendapatan yang berbeda. Saya rasa negara-negara di Afrika dapat belajar banyak dari Taiwan. Pengalaman ini kelihatannya sangat memungkinkan dan praktis.”

Sarah Onyango bertanya kepada Chen Chien-jen apakah biaya perawatan diri dapat ditanggung oleh askes nasional di Taiwan? Selain itu, peserta lain menanyakan apakah biaya seperti kesehatan rongga mulut, perawatan medis primer, dan perawatan paliatif juga termasuk dalam cakupan askes nasional?

Chen Chien-jen memberikan penjelasan lebih lanjut dan mengatakan, “Pada awal 1990-an, Taiwan menjadi negara yang sangat demokratis. Akibatnya, banyak tokoh masyarakat sipil, termasuk buruh, petani, nelayan, dan lain-lain, bangkit dan mengajukan tuntutan adanya sistem jaminan kesehatan nasional. Saya pikir, berdasarkan pengalaman saya, pasti terjadi karena ada beberapa suara di masyarakat sipil Taiwan yang menyerukan pemerintah untuk mempromosikan asuransi kesehatan nasional. Masyarakat harus bangkit dan berkata, "Kita butuh ini, karena ini sangat penting.”

Komentar

Terbarumore