(Taiwan, ROC) Jepang dan Paraguay akan meningkatkan pembinaan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis, dan memperdalam hubungan dengan Pasar Bersama Selatan (MERCOSUR), hal ini sejalan dengan nilai “diplomasi komprehensif”, nilai-nilai diplomasi lainnya, diplomasi aliansi dan diplomasi ekonomi. Menlu Lin Chia-lung kemarin (21/5) mengangkat Taiwan, Paraguay dan MERCOSUR berkomitmen untuk saling bekerja sama, menekankan pemerintah berupaya mendorong “Taman Teknologi Cerdas Taiwan-Paraguay”, yang berpusat di Paraguay.
Setelah Presiden negara sahabat diplomatik Paraguay, Santiago Pena dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menggelar rapat pertemuan kemarin (21/5), keduanya sepakat pembinaan hubungan bilateral ditingkatkan menjadi kemitraan strategis, pihak Jepang masih memperdalam hubungan kerja sama ekonomi dengan MERCOSUR.
Menlu Lin Chia-lung beberapa hari yang lalu menjelaskan hasil pencapaian diplomasi komprehensif yang digalakkan selama 1 tahun, juga mengungkit dinamika kerja sama Taiwan-Paraguay, mengambil contoh “taman teknologi cerdas Taiwan-Paraguay”, dan menekankan ini menjadi strategi dan pemetaan Taiwan untuk MERCOSUR. Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “Kami mulai menyisipkan program solusi teknologi cerdas taiwan, transformasi sumbu ganda, MERCOSUR Amerika Selatan yang memiliki 300 juta jiwa, menggenakan tarif ekspor, di dalam memiliki pasar bersama, maka jika Taiwan memiliki taman teknologi cerdas, maka akan mendapat berbagai keuntungan, yang menjadi solusi pajak ekspor.”
Menlu Lin mengemukakan, saat ini banyak investor yang berangkat ke Paraguay, mencakup kalkulasi kecerdasan buatan, karena Paraguay memiliki keunggulan besar dalam pemakaian air, energi hijau, hak karbon, akan tetapi tidak aktif mengembangkannya, maka akan luar biasa jika bergabung dengan Taiwan. Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “Saat ini perusahaan teknologi Taiwan yang berniat berangkat ke Paraguay sangat banyak, maka tidak perlu produk yang diimpor ke sana karena akan dikenakan tarif tinggi, juga tidak perlu ke Sao Paulo, Brazil, karena bukan negara sahabat diplomatik Taiwan, semestinya Paraguay dijadikan sebagai pusat teknologi cerdas.”
Menlu Lin menyebut kebijakan ini adalah “Taiwan+N”, meskipun untuk pengembangan, inovasi dan desain di Taiwan, sedangkan untuk produksi akan ditempatkan ke berbagai negara di dunia, yang diintegrasikan dengan teknologi, SDM talenta dan modal investasi secara bersamaan.
Informasi lainnya adalah militer AS telah menandatangani perjanjian dengan negara sahabat diplomatik Taiwan, Guatemala, untuk meningkatkan sarana pelabuhan, dengan biaya ditanggung oleh Guatemala. Hal ini disebutkan oleh Menlu AS Marco Rubio selama kunjungannya ke Guatemala pada bulan Februari. Marco Rubio juga mengatakan pada saat itu bahwa ia akan mendesak lebih banyak investasi Taiwan untuk masuk ke Guatemala. Pada tanggal 21 Mei, Lin Chia-lung juga mengusulkan agar Taiwan dan AS dapat berkembang bersama di tempat ketiga, yakni di Filipina, Paraguay, dan Guatemala, beranggapan dari sudut pandang rantai pasokan, dapat memproduksi beberapa produk di beberapa negara ini, agar dapat mempromosikan lebih banyak kerja sama.