(Taiwan, ROC) – Pada hari kedua Sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA), Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan mengelar forum internasional di sekitar lokasi sidang WHA, mengundang pakar dari 5 negara lebih untuk memberikan ceramah dalam upaya mendalami bagaimana memaksimalkan teknologi AI dalam medis kesehatan serta bagaimana meminimalkan risiko kebocoran data pribadi.
Kepala World Medical Association, Ashok Philip dalam kata sambutannya mengemukakan, Taiwan berada di posisi memimpin dalam banyak bidang perawatan medis jaminan kesehatan, keberadaannya adalah keuntungan bagi dunia kesehatan global. Taiwan menerapkan sistem asuransi kesehatan nasional untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakatnya yang tahun ini telah memasuki tahun ke-30, memberikan pelayanan medis kesehatan dengan kualitas tinggi kepada hampir 100% masyarakatnya.
Oleh karena itu Ashok Philip juga kembali merasa tidak adil dan mengimbau WHO seharusnya menjadikan Taiwan dengan status anggota pengamat dan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam WHO.
Ashok Philip mengemukakan, penerapan dan integrasi teknologi informatika merupakan unsur utama dalam kesehatan seluruh masyarakatnya, peningkatan efisiensi dan keamanan teknologi informatika tidak saja dapat menolong manusia melainkan juga dapat mengurangi biaya modal.
Terakhir, Ashok Philip juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara atas keberlangsungan forum initernasional ini, ia juga dengan jujur mengatakan, saat ini masih tidak dapat menilai seberapa besar dan seberapa jauh bantuan yang diberikan kecerdasan buatan dalam dunia medis kesehatan, tetapi yang dapat dipastikan adalah apabila para dokter tidak menaruh perhatian pada penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia medis, maka perkem bangan AI di bidang ini akan lebih lambat dibandingkan dengan bidang lainnya, untuk itu selaku pakar dalam bidang kesehatan medis bertanggung jawab memberikan kontribusi dan pelatihan pengetahuan kecerdasan buatan.