(Taiwan, ROC) – Sidang ke-78 Majelis Kesehatan Dunia (WHA) akan digelar pada 19 Mei mendatang. Menteri Luar Negeri, Lin Chia-lung (林佳龍) pada hari ini (16/5) menyatakan bahwa Taiwan akan terus secaar aktif memperjuangkan partisipasi dalam pertemuan tersebut. Namun, Menlu Lin juga menegaskan bahwa “bukan berarti tanpa keanggotaan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kita tidak bisa melakukan apa pun”. Oleh karena itu, Taiwan pada tahun ini akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan terkait di Jenewa dengan cara yang positif dan dinamis, serta melalui kampanye “Chip in with Taiwan, Taiwan dan kamu berjuang bersama” akan menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri Taiwan untuk berjalan bersama dunia.
WHO pada tahun ini kembali tidak mengundang Taiwan untuk menghadiri Sidang WHA. Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, Chiu Tai-yuan (邱泰源) menyatakan bahwa pihaknya akan terus berjuang bersama Kementerian Luar Negeri (MOFA) hingga detik terakhir. Chiu menekankan bahwa Taiwan merupakan teladan dunia dalam bidang medis dan pencegahan pandemi, sehingga tidak seharusnya ditolak masuk ke dalam “ruang kelas” untuk berbagi dengan negara-negara yang lain. Hal ini tidak hanya merugikan dunia, tetapi juga tidak adil bagi rakyat Taiwan dan bertentangan dengan Piagam WHO.
Chiu Tai-yuan (邱泰源) menunjukkan bahwa meskipun anggaran perjalanan ke luar negeri telah dikurangi, pihaknya tetap membentuk tim aksi WHA yang lebih kecil tetapi terdiri dari personel elit. Delegasi ini akan berupaya semaksimal mungkin di Jenewa, guna menggelar pertemuan dengan para pejabat dari berbagai negara serta menghadiri berbagai pertemuan di sela-sela sidang utama.
Menlu Lin Chia-lung (林佳龍) menyampaikan bahwa tekanan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta distorsi terhadap Resolusi Majelis Umum PBB No.2758 telah mengakibatkan Taiwan tidak dapat berpartisipasi. Namun, Lin menegaskan kembali bahwa hanya pemerintah Taiwan yang dipilih secara demokratis yang dapat mewakili kepentingan rakyat Taiwan. Selain itu, sektor kesehatan dan medis ke depannya akan sangat bergantung pada kecerdasan buatan (AI) dan chip semikonduktor, sehingga mengecualikan kontribusi Taiwan dalam bidang teknologi juga merupakan kerugian bagi dunia.
Menlu Lin menunjukkan bahwa usulan dari negara-negara sahabat Taiwan dalam Sidang WHA tahun ini, serta surat duukungan atau upaya komunikasi dari negara-negara dengan nilai yang sejalan, sejauh ini menunjukkan kemajuan yang sangat positif.
Selain itu, terkait keputusan Amerika Serikat (AS) untuk keluar dari WHO, Menlu Lin Chia-lung (林佳龍) menyatakan bahwa dukungan pemerintah AS terhadap partisipasi internasional Taiwan tidak berubah. Lin menambahkan, langkah keluar tersebut juga memberi tekanan kepada WHO, “ini adalah hal yang memiliki dua sisi”. Menlu Lin juga menegaskan bahwa jika AS di kemudian hari membentuk organisasi baru dengan fungsi serupa WHO, Taiwan pasti akan menjadi pihak pertama yang mendaftar untuk bergabung.