(Taiwan, ROC) – Kasus COVID-19 di dalam negeri meningkat dengan cepat. Pada minggu lalu, jumlah kunjungan ke unit gawat darurat dilaporkan mencapai angka 9.978 kunjungan, meningkat hampir 70% jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Juru Bicara Ditjen Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan, Lo Yi-chun (羅一鈞) menyatakan bahwa puncak pandemi diperkirakan akan terjadi pada bulan Juni. Namun, besarnya skala dan waktu pasti puncaknya masih perlu diamati lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan seiring dengan perkembangan jumlah kasus.
Berdasarkan data terbaru dari CDC Taiwan, kasus COVID-19 di dalam negeri telah mengalami peningkatan selama 5 minggu berturut-turut dan terus berkembang dengan cepat. Pada minggu lalu, jumlah kunjungan ke unit gawat darurat mencapai 9.978 kasus, meningkat sebesar 66% dibandingkan minggu sebelumnya. Selain itu, kasus gejala berat juga terus bertambah, dengan 34 kasus berat dan 6 kasus kematian tercatat pada minggu lalu. Lebih dari 90% kasus berat dan kematian tersebut diketahui belum menerima vaksin COVID-19 varian JN.1.
Jubir CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) dalam konferensi pers rutin pada 13 Mei menyampaikan bahwa saat ini kecamuk COVID-19 menunjukkan tren peningkatan yang cepat. Namun, jumlah kunjungan mingguan ke fasilitas medis masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yakni sekitar 40% dari 23.000 kunjungan yang tercatat tahun lalu. Dirinya memperkirakan jika tren kenaikan ini akan terus berlanjut.
Dokter Lin Yong-qing (林詠青) dari CDC Taiwan menunjukkan, di antara kasus gejala berat, terdapat satu kasus pasien muda, yakni seorang bayi laki-laki berusia di bawah satu tahun dari wilayah selatan Taiwan. Bayi tersebut tidak memiliki riwayat penyakit khusus dan belum menerima vaksin COVID-19. Pada awal Mei, dirinya mulai mengalami demam, batuk, dan sesak napas. Setelah dua kali berobat ke klinik, ia akhirnya dibawa ke unit gawat darurat dan didiagnosis positif COVID-19. Saat itu, ia telah mengalami gejala seperti kadar oksigen rendah dan croup (radang saluran pernapasan bagian atas). Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama satu minggu, kini ia telah dipulangkan.
Lin mengingatkan bahwa meskipun sebagian besar infeksi COVID-19 bersifat ringan atau tanpa gejala, tetap ada kemungkinan untuk berkembang menjadi gejala sedang hingga berat. Masyarakat diminta waspada terhadap tanda-tanda peringatan gejala berat. Untuk anak-anak, gejala serius yang harus diwaspadai meliputi demam lebih dari 48 jam, demam tinggi disertai menggigil atau keringat dingin, sesak napas atau kesulitan bernapas, penurunan kesadaran, tidak bisa makan, bibir tampak pucat atau kebiruan, serta penurunan jumlah urin secara signifikan. Jika muncul gejala-gejala tersebut, disarankan segera mencari pertolongan medis.
Jubir CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) menunjukkan bahwa hingga 11 Mei, total sebanyak 2.099.000 dosis vaksin COVID-19 varian JN.1 telah diberikan di seluruh Taiwan, dengan tingkat cakupan vaksinasi nasional mencapai 8,75%. Pada minggu lalu saja tercatat 10.400 dosis telah disuntikkan, menjadi angka mingguan tertinggi dalam dua bulan terakhir.
Lo menjelaskan bahwa saat ini masih tersedia sekitar 3,19 juta dosis vaksin di seluruh negeri. Karena perlindungan dari vaksin baru akan terbentuk sekitar dua minggu setelah penyuntikan, ia menghimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi sebelum puncak pandemi yang diperkirakan terjadi pada bulan Juni.