History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Korupsi Paling Serakah Sepanjang Sejarah! Demi Hindari Hukuman Mati, Pelaku Menawarkan Jual Aset untuk Lunasi Kerugian Negara

  • 16 May, 2025
  • 尤繼富
Korupsi Paling Serakah Sepanjang Sejarah! Demi Hindari Hukuman Mati, Pelaku Menawarkan Jual Aset untuk Lunasi Kerugian Negara
Korupsi Paling Serakah Sepanjang Sejarah! Demi Hindari Hukuman Mati, Pelaku Menawarkan Jual Aset untuk Lunasi Kerugian Negara 圖/美聯社

(Taiwan, ROC) --- Truong My Lan, wanita di Vietnam yang dijatuhi hukuman mati pada April tahun lalu atas tuduhan penipuan, melalui pengacaranya pada Selasa (13/5) mengungkapkan bahwa dia telah menulis surat dari penjara kepada komite pemerintah yang mengawasi pengelolaan asetnya.

Dalam surat tersebut, dia menyatakan bahwa dirinya berharap diizinkan untuk menjual properti senilai lebih dari 500 miliar untuk melunasi hutang sebagai ganti pembebasan dari hukuman mati.

Truong My Lan terlibat dalam kasus Bank Komersial Saigon (SCB) dengan dugaan penipuan senilai US$12,5 miliar. Angka yang dikorupsinya sangat fantastis, karena setara dengan 3% dari Produk Domestik Bruto (GDP) Vietnam.

Selain itu, Truong My Lan juga telah divonis bersalah atas 2 kasus dengan nilai yang mencapai US$16,4 miliar, dengan jaksa menuntut pengembalian sebanyak US$11 miliar.

Menurut laporan media asing, dalam suratnya Truong My Lan menyebutkan bahwa perusahaan yang ditunjuk pemerintah telah menilai 726 asetnya, termasuk beberapa proyek real estate di lokasi strategis kota-kota utama Vietnam, dengan nilai sekitar US$9,7 miliar.

Namun, Truong My Lan menyatakan bahwa berdasarkan pedoman harga tanah terbaru yang dikeluarkan pemerintah, nilai aset-aset tersebut bisa meningkat 3 hingga 5 kali lipat.

Selain itu, jika 440 aset lainnya divaluasi, pemerintah setidaknya bisa mendapatkan kembali US$7,7 miliar.

Kasus penipuan Truong My Lan merupakan salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Vietnam. Pada April tahun lalu, pengadilan tingkat pertama menjatuhkan hukuman mati, dan pada Desember tahun yang sama status banding tetap mempertahankan putusan asli.

Hakim pernah menyatakan bahwa jika ingin terbebas dari hukuman mati, maka dia harus mengembalikan tiga perempat dari aset yang dikorupsi.

Komentar

Terbarumore