(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (14/50, Yuan Legislatif membahas perihal pembekuan anggaran pertahanan, Menteri Pertahanan (MND), Wellington Koo (顧立雄) menyatakan bahwa selain anggaran untuk kapal selam dalam negeri, semua proposal pencairan anggaran lainnya juga telah diajukan.
Mengenai laporan bahwa Kapal Hai Kun terburu-buru melakukan uji laut sebelum menyelesaikan perbaikan ulang, Wellington Koo menyampaikan bahwa laporan tersebut hanyalah spekulasi, dan semua rencana tetap memprioritaskan keselamatan sebagai pertimbangan utama.
Pada Rabu hari ini (14/5), Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan dari Yuan Legislatif membahas total 54 kasus pembekuan anggaran yang dikelola oleh MND. Menteri Pertahanan, Wellington Koo menyampaikan bahwa sebelum rapat kecuali anggaran kapal selam buatan dalam negeri yang belum menuntaskan uji laut, seluruh proposal pencairan lainnya telah diajukan.
Ia berharap anggaran terkait akan mendapat dukungan dari anggota Yuan Legislatif dari seluruh kubu partai untuk memfasilitasi kebijakan pertahanan selanjutnya.
Namun, baru-baru ini dilaporkan bahwa karena kerusakan mesin utama yang tidak dapat diatasi, Angkatan Laut berencana hanya menggunakan tenaga baterai untuk menjalankan prototipe kapal selam buatan dalam negeri Hai Kun untuk uji laut (SAT) pada 12 Mei, yang kemudian dicegah oleh Wellington Koo.
Menanggapi hal tersebut, Wellington Koo hanya menekankan bahwa Kapal Hai Kun akan melakukan uji laut setelah menyelesaikan uji pelabuhan (HAT), dan tidak ada pertimbangan untuk terburu-buru melakukan uji laut.
Wellington Koo menyatakan bahwa laporan terkait hanyalah spekulasi belaka, dan keselamatan adalah pertimbangan tertinggi. Mengenai kapan uji laut dapat dilakukan, masih belum dapat dipastikan.
Wellinton Koo mengatakan, "Kami tidak bisa memberikan waktu yang pasti, media melaporkan siapa yang terburu-buru. Saya pikir ini murni spekulasi belaka. Kami memprioritaskan keselamatan, setelah persiapan selesai, pada waktu yang tepat, uji laut akan dilakukan." 《外250514-02-顧立雄(男)23"》
Selain itu, laporan pencairan anggaran Kementerian Pertahanan menyebutkan bahwa setelah pengiriman batch pertama 38 unit tank M1A2T yang dibeli dari AS pada akhir 2024, batch kedua sebanyak 42 unit akan selesai dikirim pada kuartal kedua 2025.
Menanggapi hal di atas, Wellington Koo menjelaskan bahwa proses pemasangan M1A2T akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dan menyatakan bahwa latihan penembakan langsung akan dilakukan pada Juni untuk memverifikasi efektivitas senjata dan hasil pelatihan personel.
Mengenai semakin mendekatnya tanggal 20 Mei, apakah ada pergerakan tidak normal dari Tentara Tiongkok? Wellington Koo menyatakan bahwa militer Taiwan terus memantau secara ketat menggunakan cara-cara pengawasan dan pengintaian gabungan, dan ancaman dari Tentara Tiongkok tidak akan berhenti karena partai atau pernyataan apapun.
Intimidasi militer berkelanjutan dari Tiongkok dan dampaknya terhadap keamanan regional juga menjadi alasan untuk kecaman bersama dari negara-negara di seluruh dunia.